HALMAHERA — Aktivitas vulkanik Gunung Ibu kembali meningkat setelah erupsi terjadi pada Minggu malam, 6 September 2026. Kolom abu hasil erupsi teramati condong bergerak ke arah utara dan timur laut dengan intensitas sedang hingga tebal.
Badan Geologi melaporkan erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 38 detik. Hingga laporan dibuat, proses erupsi masih berlangsung.
Badan Geologi mengeluarkan imbauan tegas agar tidak ada aktivitas warga di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Larangan ini juga diperluas hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker dan kacamata pelindung, terutama jika terjadi hujan abu. Imbauan ini menyasar masyarakat yang tinggal di lereng dan sekitar aliran abu vulkanik.
Gunung Ibu saat ini berada pada Status Level II (Waspada). Badan Geologi meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas dan tidak menyebarkan narasi bohong terkait aktivitas gunung tersebut.
"Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah," tulis Badan Geologi dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
Masyarakat diminta terus memantau informasi dari kanal resmi Badan Geologi dan pemerintah setempat. Koordinasi antarinstansi dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari erupsi yang masih berlangsung.