SOFIFI — Pemerintah Provinsi Maluku Utara membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi asing yang dinilai mampu membawa teknologi dan lapangan kerja baru. Hal ini mengemuka saat Wagub Hi. Sarbin Sehe bertemu dengan delegasi CNBM Group, perusahaan asal China yang masuk daftar Fortune Global 500, di Kediaman Dinas Eks Crysant, Selasa (8/9/2026).
Dalam pertemuan itu, CNBM Group menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis pembangunan daerah. Perusahaan yang bergerak di bidang bahan bangunan dasar, material baru, rekayasa teknik, perdagangan, dan logistik ini mengaku telah memiliki pengalaman 35 tahun bermitra di kawasan ASEAN.
Setidaknya ada empat fokus kerja sama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. Pertama, pembangunan pabrik material dasar dan material baru yang ramah lingkungan. Kedua, implementasi teknologi sistem penyimpanan energi berbasis fotovoltaik.
Selanjutnya, program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal. Terakhir, pembentukan tim teknis bersama yang bertugas mempercepat proses kajian dan perizinan investasi.
“Kami menyambut baik kedatangan CNBM Group. Pemprov Maluku Utara terbuka untuk investasi yang tidak hanya mendatangkan modal, tetapi juga teknologi, transfer pengetahuan, dan lapangan kerja bagi masyarakat lokal,” ujar Sarbin.
Sarbin menegaskan, investasi yang masuk ke Maluku Utara tidak boleh lepas dari visi pembangunan daerah dan nasional. Ia menekankan pentingnya penguatan industri hijau serta modernisasi sektor industri agar dampaknya benar-benar dirasakan warga.
“Pemerintah berkomitmen memberikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha bagi investor yang masuk, sehingga investasi diharapkan dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Maluku Utara dinilai memiliki potensi besar di sektor industri material, energi baru terbarukan, dan infrastruktur. Apalagi, provinsi ini tengah gencar mendorong hilirisasi dan pembangunan di kawasan industri.
Perwakilan CNBM Group mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Pemprov Maluku Utara. Pihaknya menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
“CNBM memiliki pengalaman 35 tahun bermitra di kawasan ASEAN. Kami melihat potensi besar di Maluku Utara, terutama pada sektor industri material, energi baru terbarukan, dan infrastruktur. Kami siap menjadi mitra strategis untuk pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar perwakilan CNBM Group.
Turut hadir dalam pertemuan itu Ketua Tim Pangan Strategis Nasional Food Estate Indonesia Fendi Abdullah Hairin, Vice President CNBM Group Mr. Eric Yang beserta staf, Yayasan Shinci, serta Direktur FAMSUN Mr. Wei beserta staf.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk Tim Teknis Gabungan. Tim ini nantinya bertugas melakukan kajian kelayakan, mengidentifikasi lokasi potensial, serta menyusun peta jalan kerja sama dalam tiga bulan ke depan.
CNBM Group sendiri merupakan grup industri bahan bangunan terintegrasi yang memiliki jaringan bisnis global. Perusahaan ini tercatat berada di peringkat 351 dalam Fortune Global 500 dan telah menandatangani sejumlah nota kesepahaman dengan mitra strategis di Indonesia, termasuk melalui anak usahanya, Sinoma.