TERNATE — Peninjauan lokasi dihadiri langsung Camat Ternate Tengah Fahmi Basa Amin, Direktur PERUMDA Air Minum Ake Gaale Kota Ternate Firman Sjah, serta perwakilan tim dari DLH Kota Ternate. Ketiganya menelusuri sejumlah titik sumber air tua yang tersebar di wilayah Ternate Tengah.
Kegiatan ini mengusung tema "Merawat Sumber Kehidupan, Melestarikan Warisan Sejarah". Pendekatan yang dipakai bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan konservasi berbasis ekohidrologi yang menyeimbangkan daya dukung lingkungan dengan kebutuhan air bersih warga kota.
Ekohidrologi menempatkan sumber air sebagai bagian tak terpisah dari lanskap dan kehidupan sosial di sekitarnya. Pendekatan ini menekankan bahwa menjaga debit dan kualitas air tidak bisa dilepaskan dari menjaga lingkungan di sekitar sumber air itu berada.
Firman Sjah menekankan pentingnya pendekatan tersebut dalam menjaga daya dukung lingkungan perkotaan. Ketersediaan air bersih berbasis sumber daya lokal menjadi fokus utama PERUMDA Ake Gaale dalam program ini.
Bagi warga Ternate Tengah, sumber air bersejarah bukan sekadar titik pengambilan air. Sejumlah sumur tua di kawasan ini menyimpan jejak peradaban kota yang berusia ratusan tahun dan kerap dikaitkan dengan kisah masa Kesultanan Ternate.
Fahmi Basa Amin menyatakan peninjauan ini merupakan tahapan awal untuk memastikan kesiapan teknis sebelum pelaksanaan program. Pemetaan kondisi riil di lapangan menjadi dasar agar revitalisasi tidak salah sasaran.
"Peninjauan ini bagian dari persiapan awal agar pelaksanaan program revitalisasi berjalan tepat sasaran. Kita ingin memastikan sumber air bersejarah di Ternate Tengah tidak hanya terjaga debit dan kualitas airnya, tetapi juga nilai sejarahnya tetap terawat," ujarnya kepada cermat, Sabtu 19 September 2026.
Pernyataan itu menegaskan bahwa program ini menyasar dua hal sekaligus: fungsi teknis sumber air sebagai penyedia air bersih, dan fungsi kulturalnya sebagai warisan sejarah kota.
Aksi ekohidrologi ini mendorong sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, BUMD, dan elemen masyarakat. Pemerintah kecamatan bertindak sebagai koordinator wilayah, sementara PERUMDA Ake Gaale masuk sebagai operator air minum dan DLH mengawal aspek lingkungan.
Kolaborasi semacam ini dinilai penting karena sumber air tua di kawasan perkotaan menghadapi tekanan berlapis. Alih fungsi lahan dan pencemaran lingkungan menjadi dua ancaman utama yang disebut dalam program ini.
Melalui langkah bersinergi tersebut, keberadaan sumber air tua bernilai sejarah di Kota Ternate diharapkan dapat terus dimanfaatkan secara efisien dan berkelanjutan. Peninjauan ini menjadi titik awal sebelum tahap pelaksanaan teknis di lapangan digelar.