Bos Nvidia Jensen Huang Akui Lupa Alamat Rumah dan Nomor Telepon Sendiri karena AI

Penulis: Boyke Sihombing  •  Sabtu, 26 September 2026 | 20:34:01 WIB
CEO Nvidia Jensen Huang mengaku tidak hafal alamat rumah dan nomor teleponnya sendiri akibat terbiasa mengandalkan AI.

MALUKU UTARA — CEO Nvidia Jensen Huang mengaku tidak lagi hafal alamat rumah dan nomor teleponnya sendiri akibat terbiasa mengandalkan AI dan teknologi. Pengakuan itu muncul dalam wawancara dengan Ezra Klein di podcast The New York Times, saat membahas riset China soal dampak AI terhadap daya ingat. Huang menyebut kondisi ini sebagai konsekuensi yang bisa diterima selama AI mengambil alih tugas-tugas sepele.

Kemampuan mengingat hal-hal dasar seperti alamat rumah dan nomor telepon pribadi ternyata ikut tergerus oleh kebiasaan memakai kecerdasan buatan. Jensen Huang mengaku sudah tidak menghapal keduanya, dan ia tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Pengakuan itu keluar saat Huang membahas hasil riset dari China yang menunjukkan AI mempercepat penyelesaian tugas sekolah, tetapi tidak membuat keterampilan yang dipelajari benar-benar melekat di otak siswa. Kinerja mereka pada kuis dan ujian justru turun signifikan.

Riset China Soal Daya Ingat Siswa Pengguna AI

Dalam wawancara bersama Ezra Klein di podcast The New York Times, Huang awalnya diperlihatkan temuan riset tersebut. Penelitian itu menyoroti kesenjangan antara kecepatan mengerjakan tugas dan pemahaman yang tersisa setelahnya.

Huang menilai fenomena serupa memang mungkin dialami banyak anak yang memakai AI. Namun ia tidak melihatnya sebagai masalah besar.

"Coba suruh anak-anak mengerjakan pembagian panjang. Tabel perkalian mulai dilupakan. Mengerjakan akar kuadrat, astaga," kata Huang, seperti dikutip detikINET dari Kotaku, Sabtu (26/9/2026).

"Matematika dasar mulai dilupakan. Apakah itu bermasalah? Saya rasa tidak. Saya rasa tidak," sambungnya.

Perdebatan Soal Keterampilan yang Layak Dipertahankan

Klein sempat menyatakan bahwa pasti ada sejumlah keterampilan yang penting untuk dikuasai. Huang tampak setuju, tetapi ia balik mempertanyakan apakah matematika dasar termasuk di dalamnya.

Menurut Huang, keterampilan baru akan muncul menggantikan yang lama. Ia tidak merinci keterampilan apa yang dimaksud, tetapi mengisyaratkan bahwa kemampuan berpikir di tingkat sistem akan jadi lebih bernilai dibanding hafalan teknis.

Pengakuan Huang Soal Alamat dan Nomor Telepon

Pria yang identik dengan jaket kulitnya itu kemudian membuat pengakuan yang mengejutkan. Huang mengaku tidak tahu alamat rumah dan nomor teleponnya sendiri akibat kebiasaan memakai AI dan teknologi lain.

"Pengakuan pertama saya: Sebenarnya saya tidak tahu alamat rumah saya. Ini benar-benar nyata...(istri saya) Lori akan memberitahumu," kata Huang.

Ia menceritakan kejadian beberapa tahun lalu saat harus mengisi bensin. Petugas meminta kode pos, dan Huang panik karena tidak tahu angka yang harus ditulis.

"Suatu hari saya harus mengisi bensin-itu sudah beberapa tahun yang lalu. Mereka membutuhkan kode pos saya dan saya panik. Saya tidak tahu kode pos rumah saya. Saya tidak tahu nomor teleponnya saya. Saya sering lupa hal-hal seperti itu. Tapi saya bisa menerimanya," sambungnya.

Dampak ke Industri dan Pengguna AI di Indonesia

Pernyataan Huang menyentuh perdebatan yang makin hangat di kalangan pengguna AI, termasuk di Indonesia. Sejumlah studi sebelumnya sudah mengungkap risiko penurunan kecerdasan kognitif akibat penggunaan AI yang berlebihan.

Huang menerima kemungkinan sebagian orang kehilangan ketangkasan intelektual. Sebagai gantinya, ia meyakini lebih banyak orang akan tumbuh menjadi pemikir sistem yang lebih baik karena AI mengurus hal-hal sepele seperti mengingat alamat rumah sendiri.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup di Tanah Air, pernyataan ini menjadi sinyal soal arah adopsi AI. Nilai produk tidak lagi hanya soal otomatisasi tugas, tetapi juga soal seberapa besar beban kognitif pengguna yang bisa dialihkan ke mesin.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top