MALUKU UTARA — Kementerian Pariwisata menggelar rangkaian Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 dengan menyatukan produk kuliner daerah, pelaku industri, dan pasar lewat Artisan Market di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta. Artisan Market berlangsung 2-4 Oktober 2026, menghadirkan 21 tenant dari wilayah Joglosemar dan Jakarta serta 13 kolaborator untuk workshop, sharing session, dan live cooking demo. Rangkaian ini menjadi bagian dari upaya menjadikan rasa sebagai alasan orang melakukan perjalanan wisata.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membuka WIG Talks 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10). Forum itu mempertemukan pemerintah, pelaku industri, chef, praktisi, akademisi, dan komunitas untuk membahas gastronomi dari berbagai sisi. Pembahasan mencakup warisan kuliner yang berkembang menjadi bisnis, potensi wisata gastronomi, hingga cara membangun narasi global dari rasa dan cerita Indonesia.
WIG 2026 bergerak dari Solo ke Yogyakarta, lalu menyebar ke sejumlah kota lewat program kuliner berskala besar. Berikut mata acaranya:
Rangkaian WIG 2026 diawali di Pura Mangkunegaran, Solo, sebelum berlanjut ke Yogyakarta. Pada 2027, program ini direncanakan berlanjut ke Sumatra Barat.
Artisan Market menampilkan produk dari produsen dan UMKM berbagai daerah. Jenisnya beragam, dari bahan dasar hingga olahan siap konsumsi.
Widiyanti menilai pertemuan produsen dengan pasar menjadi kunci. "Produsen dan UMKM dari berbagai daerah dipertemukan dengan pasar melalui beragam produk. Ini penting, karena ekosistem gastronomi hanya akan berkembang ketika mereka yang menghasilkan produk juga memperoleh akses kepada pembeli, industri, dan peluang pasar yang lebih luas," katanya.
Pengembangan wisata gastronomi disebut sebagai bagian dari langkah Kementerian Pariwisata selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pendekatannya mempertemukan kekayaan kuliner daerah dengan industri dan pasar.
Widiyanti menyebut wisata gastronomi tidak berhenti pada pengalaman mencicipi makanan. "Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat orang mencicipi makanan Indonesia. Kita ingin rasa menjadi alasan orang melakukan perjalanan, datang ke suatu daerah, bertemu masyarakatnya, mengenal bahan pangannya, mendengar ceritanya, lalu meninggalkan manfaat ekonomi bagi mereka yang hidup di sepanjang rantai gastronomi tersebut," ujarnya.
Artisan Market di Grand Hotel De Djokja menjadi pintu masuk paling mudah bagi wisatawan yang ingin mencoba langsung produk gastronomi WIG 2026. Ajang ini berlangsung 2-4 Oktober 2026 dengan agenda workshop, sharing session, dan live cooking demo bersama 13 kolaborator.
Bagi yang ingin menjajal pengalaman lebih dalam, Tastemaker Gastronomy Trip menawarkan kunjungan ke Mazaraat Artisan Cheese di Yogyakarta. Peserta dapat melihat proses produksi keju, mencoba membuat keju sendiri, dan menikmati cheese spread di tengah lanskap persawahan Yogyakarta.
Untuk Culinary Festival yang melibatkan 32 mal di 14 kota, wisatawan disarankan memantau kanal resmi Kementerian Pariwisata guna memastikan jadwal, lokasi, dan skema kunjungan terkini. Informasi soal harga tiket, kuota peserta, dan jam operasional tiap venue belum dirinci dalam keterangan resmi, sehingga konfirmasi via dinas pariwisata setempat atau penyelenggara menjadi langkah paling aman sebelum berangkat.