Mayjen TNI Nefra Firdaus Nakhodai Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, Komando Baru Pertahanan Kepulauan Maluku Utara

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 05:31:31 WIB
Mayjen TNI Nefra Firdaus menjabat sebagai Panglima Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha.

SOFIFI — Mayjen TNI Nefra Firdaus mengemban amanah sebagai Panglima Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha. Kodam ini merupakan komando kewilayahan baru yang dibentuk untuk memperkuat kedaulatan dan sistem pertahanan di wilayah kepulauan Maluku Utara. Berkedudukan di Sofifi, peresmiannya dijadwalkan pada Oktober 2026.

Pengalaman Memimpin di Bumi Pattimura Jadi Modal

Sebelumnya Nefra menjabat Kepala Staf Kodam XV/Pattimura. Pengalaman mendampingi kepemimpinan di sana dinilai membuatnya memahami dinamika keamanan, kondisi sosial, serta karakter geografis wilayah kepulauan Maluku dan Maluku Utara.

Kesinambungan kepemimpinan dari bumi Pattimura menuju Moloku Kie Raha diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pertahanan di wilayah perbatasan dan kepulauan Indonesia timur.

Mengapa Maluku Utara Butuh Kodam Sendiri

Saat masih menjabat Kasdam XV/Pattimura, Nefra menegaskan pembentukan satuan baru ini merupakan kebutuhan krusial bagi efektivitas pembinaan wilayah.

"Pembentukan Kodam tersendiri di Maluku Utara sangat penting demi meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial serta merespons dinamika keamanan di wilayah kepulauan secara lebih cepat," tegas Nefra.

Wilayah Maluku Utara berbentuk kepulauan dengan sebaran pulau yang luas. Kondisi geografis itu menuntut respons cepat terhadap setiap dinamika keamanan di daerah perbatasan.

Bukan Sekadar Rotasi Kepemimpinan

Nefra menyebut amanah memimpin satuan baru ini bukan sekadar proses rotasi kepemimpinan militer biasa. Ia memandangnya sebagai tanggung jawab besar untuk mengawal lahirnya struktur organisasi baru.

"Melainkan tanggung jawab besar untuk mengawal lahirnya struktur organisasi baru. Kehadiran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha diharapkan menjadi momentum emas untuk mempererat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh komponen masyarakat," ujarnya.

Pendekatan Adaptif untuk Jaga Stabilitas Kawasan

Pendekatan kepemimpinan yang adaptif dan inklusif dinilai menjadi kunci utama dalam merangkul tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat lokal. Tujuannya menjaga stabilitas kawasan di tengah keberagaman masyarakat Maluku Utara.

Kehadiran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha diharapkan memperkuat koordinasi lintas institusi di daerah. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan Polri menjadi prasyarat pembinaan teritorial yang efektif di wilayah kepulauan.

Peresmian Kodam pada Oktober 2026 nanti akan menandai beroperasinya secara resmi komando kewilayahan ini. Setelah peresmian, struktur organisasi dan pembinaan wilayah akan berjalan penuh di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Nefra Firdaus.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top