Arkeolog Temukan Didaskaleion, Tempat Alexander Agung Berguru ke Aristoteles

Penulis: Boyke Sihombing  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:37:01 WIB
Arkeolog menemukan aula megah berlantai mosaik berusia sekitar 2.400 tahun di situs gymnasium kerajaan Mieza, Yunani utara.

MALUKU UTARA — Tim arkeolog menemukan aula megah berlantai mosaik berusia sekitar 2.400 tahun di situs gymnasium kerajaan Mieza, Yunani utara, yang diduga menjadi tempat Alexander Agung berguru kepada Aristoteles. Penggalian yang dipimpin Angeliki Kottaridi itu mengungkap area Didaskaleion atau "tempat mengajar", lengkap dengan meja batu dan pena ukir (stylus). Temuan ini disebut-sebut sebagai bukti terkuat soal pendidikan kaum elit Makedonia pada abad ke-4 Sebelum Masehi.

Penggalian terbaru di kompleks gymnasium Mieza kuno menemukan sejumlah ruang mewah yang selama ini hanya diketahui dari catatan sejarah. Lokasi itu berada di Yunani utara, wilayah yang dulu menjadi pusat Kerajaan Makedonia.

Pejabat Yunani mengumumkan bahwa para arkeolog yang meneliti situs bersejarah gymnasium kerajaan Mieza menemukan ruang-ruang megah berlantai mosaik. Ruangan tersebut diduga kuat menjadi bagian dari sekolah tempat Aristoteles mengajar Alexander muda.

Didaskaleion: Ruang Belajar dengan Meja Batu dan Stylus

Tim arkeolog yang dipimpin Angeliki Kottaridi menemukan area luas bernama Didaskaleion, yang secara harfiah berarti "tempat mengajar". Di area itu, para murid disebut belajar menggunakan pena ukir (stylus) dan meja batu.

Arkeolog juga menemukan dua ruang perjamuan di samping area belajar. Ruangan mewah berlantai mosaik itu memiliki ornamen rumit yang mirip dengan istana Philip II di Aigai.

Kottaridi meyakini kemiripan ornamen tersebut bukan kebetulan. Baginya, itu bukti kuat bahwa kompleks Mieza memang dibangun khusus oleh Philip II untuk pendidikan putranya dan anak-anak bangsawan Makedonia.

Kompleks 30 Hektare: Palaestra, Stadion, hingga Lintasan Lari 200 Meter

Penemuan ini merupakan bagian dari proyek tiga tahun untuk mengungkap sejarah Mieza, tempat Aristoteles mengajar Alexander semasa remaja. Penggalian sebelumnya memperlihatkan kompleks gymnasium seluas 30 hektare dengan arena gulat (palaestra), stadion, deretan pilar, dan xystus atau lintasan lari tertutup sepanjang 200 meter.

Ukuran dan struktur kompleks yang menggabungkan area olahraga dan ruang kelas menegaskan status gymnasium Mieza sebagai lembaga pendidikan utama Makedonia. Orang Yunani kuno memang memakai gymnasium jauh lebih dari sekadar tempat latihan fisik.

Keberadaan ruang perjamuan formal yang dulunya dilengkapi sofa rehat menunjukkan pendidikan sosial memegang peranan penting. Sambil mendalami logika Aristoteles dan menempa fisik, para murid dilatih tata krama untuk menghadiri maupun menggelar symposia, pesta makan malam khas kaum elit Makedonia.

Jejak Artefak: Empat Stylus Perunggu hingga Wadah Minyak Zaitun Athena

Penemuan sebelumnya di situs ini meliputi pecahan tembikar, koin kuno, beragam benda antik, serta empat pena ukir perunggu yang kemungkinan digunakan oleh murid-murid Aristoteles, bahkan mungkin oleh Alexander muda.

Para ahli juga menemukan fragmen wadah minyak zaitun suci dari Athena. Temuan itu menandakan para murid di sana memiliki akses ke salah satu komoditas paling berharga di dunia Hellenik.

Belum Bukti Mutlak, Peneliti Tetap Optimistis

Meski belum menjadi bukti mutlak bahwa di gymnasium ini Alexander mendapat pelajaran yang membentuknya jadi penakluk besar, para peneliti sangat optimistis dengan petunjuk yang ada. Mereka berharap bisa menemukan lebih banyak bukti.

"Semua petunjuk mengarah pada fakta bahwa inilah sekolah yang disediakan Philip untuk Aristoteles mengajar Alexander muda dan murid lainnya," kata Jeanne Reames, direktur Mediterania kuno di University of Nebraska, yang tidak terlibat dalam penggalian ini.

Reames meyakini, seiring berlanjutnya penggalian, temuan ini akan makin memperjelas gambaran tentang pendidikan kaum elit Makedonia pada paruh kedua abad ke-4 SM.

Graham Wrightson, sejarawan dari South Dakota State University, menyebutkan bahwa temuan ini membantu membayangkan kehidupan Alexander muda dan memahami bagaimana ia tumbuh menjadi raja tersohor.

Konteks Sejarah: Catatan Plutarch soal Sekolah Philip II

Pada abad pertama Masehi, Plutarch menulis dalam biografi The Life of Alexander bahwa Raja Philip II, ayah Alexander, membangun sebuah sekolah untuk putranya dan kaum bangsawan lain di kota Mieza, Makedonia.

Penemuan ini memicu antusiasme di kalangan akademisi karena berpotensi mengungkap kehidupan sehari-hari dua tokoh penting Makedonia kuno. Penggalian diperkirakan masih akan berlanjut untuk mencari bukti tambahan di kompleks seluas 30 hektare tersebut.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top