InJourney Targetkan Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Tembus Rp5 Triliun

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:35:01 WIB
Pertemuan koordinasi lintas sektor membahas penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika.

MALUKU UTARA — Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi hampir Rp5 triliun. Angka itu muncul dari pertemuan koordinasi lintas sektor yang digelar Rabu (7/10), melibatkan InJourney, Danantara Indonesia, Kemenpora, Kemenkeu, dan MotoGP Sports Entertainment Group.

Balapan yang dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober 2026 di Nusa Tenggara Barat itu menjadi tahun kelima MotoGP digelar di Mandalika sejak 2022. Selain nilai ekonomi, event ini menyerap hingga 3.000 tenaga kerja lokal dan melibatkan sekitar 600 UMKM dalam ekosistem penyelenggaraannya.

Pertemuan koordinasi tersebut membahas keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP di Indonesia sekaligus cara memaksimalkan dampaknya bagi ekosistem pariwisata dan perekonomian nasional, terutama di NTB. Kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan BUMN ini diarahkan agar MotoGP tidak berhenti sebagai ajang olahraga internasional, tetapi juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Penonton Mandalika Naik Tiga Tahun Berturut-turut

Tren kunjungan ke Sirkuit Mandalika menunjukkan grafik konsisten. Pada 2023, jumlah penonton tercatat 102.929 orang. Angka itu naik menjadi 121.252 penonton pada 2024, lalu memecahkan rekor dengan 140.324 penonton pada 2025.

Peningkatan tersebut memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism. Dengan basis lebih dari 632 juta penggemar MotoGP di seluruh dunia dan jangkauan siaran hampir 200 negara, setiap gelaran di Mandalika menjadi etalase Indonesia di mata internasional.

Eksposur global itu membuka ruang memperkenalkan destinasi wisata, budaya, ekonomi kreatif, hingga UMKM Indonesia. Tidak hanya soal balapan, event ini juga menjadi ajang menunjukkan kemampuan Indonesia menyelenggarakan acara olahraga berskala dunia.

66 Penerbangan Tambahan Disiapkan ke Lombok

Lonjakan minat terhadap MotoGP Mandalika tercermin dari kebutuhan konektivitas menuju NTB. Data InJourney Airports mencatat 66 penerbangan tambahan di Bandara Internasional Lombok selama periode Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Rinciannya, 48 penerbangan tambahan, 11 penerbangan sewa (charter), empat penerbangan dengan penggantian pesawat berukuran lebih besar, serta tiga positioning flight. Tingkat hunian akomodasi di sekitar Mandalika pun dilaporkan telah mendekati 100 persen menjelang event.

Dampak ekonomi tidak hanya terasa di lintasan. Aktivitas akomodasi, kuliner, transportasi, perdagangan, dan sektor pariwisata lain ikut meningkat. Ekosistem yang tumbuh di Mandalika juga mulai melahirkan local heroes Indonesia, baik di lintasan maupun di baliknya.

Carlos Ezpeleta: Indonesia Pasar Sangat Penting bagi MotoGP

Deputy CEO MotoGP Sports Entertainment Group Carlos Ezpeleta menilai Indonesia punya posisi strategis bagi perkembangan MotoGP di kawasan Asia. Besarnya basis penggemar dan antusiasme masyarakat menjadi kekuatan utama keberlanjutan penyelenggaraan di Tanah Air.

"Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi MotoGP. Besarnya antusiasme penggemar, termasuk tingginya penjualan tiket, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki basis penggemar yang kuat. Kami melihat potensi yang besar untuk terus mengembangkan MotoGP di Indonesia, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga dari sisi ekonomi dan pariwisata," ujar Carlos.

Danantara: MotoGP Katalis Pertumbuhan Ekosistem NTB

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menyoroti perubahan ekosistem pariwisata NTB selama lima tahun terakhir. Menurutnya, trafik menuju Mandalika terus berkembang, diikuti pertumbuhan hotel, restoran, penerbangan, dan aktivitas ekonomi lain.

"Setelah lima tahun, kami melihat MotoGP memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan pariwisata di NTB. Trafik menuju Mandalika terus berkembang, diikuti pertumbuhan hotel, restoran, penerbangan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Ini menunjukkan bahwa sebuah event internasional dapat menjadi katalis yang mendorong pertumbuhan ekosistem secara lebih luas," ujar Dony.

Direktur Utama InJourney Maya Watono menegaskan MotoGP Mandalika bukan sekadar tiga hari balapan. Yang dibangun, katanya, adalah legacy untuk Indonesia, dengan event sebagai katalis pengembangan destinasi, penguatan konektivitas, dan penggerak ekonomi lokal.

"MotoGP Mandalika bukan sekedar tiga hari balapan namun lebih dari itu, yang kita bangun adalah legacy untuk Indonesia dan event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membawa Indonesia dan Mandalika ke panggung global. Karena itu, keberlanjutan MotoGP membutuhkan gotong royong lintas Kementerian, lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholders," ujar Maya.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top