HALMAHERA TENGAH — Penemuan jasad La Rano berawal dari seorang anak berinisial GW bersama tiga rekannya yang hendak mencari ikan di sekitar kali dekat Kebun Sagu Walakleu. Saat menyusuri aliran kali yang kering, mereka melihat sesosok mayat dan langsung menyebarkan informasi itu ke warga setempat.
Kabar tersebut sampai ke Cristianus Labetubun dan rekan-rekannya. Mereka bergegas menuju lokasi untuk memastikan laporan dan berhasil menemukan jasad korban di kawasan itu.
Kapolres Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto melalui Kapolsubsektor Weda Tengah IPDA Abdul Rajak Jauhati membenarkan peristiwa tersebut. "Ada penemuan mayat di kawasan Kebun Sagu Walakleu, Desa Sawai Itepo," ujar Abdul Rajak, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, korban dilaporkan hilang sejak 18 September 2026. "Korban dilaporkan hilang sejak 18 September atau sudah tiga pekan dilaporkan hilang," kata Abdul Rajak.
La Rano meninggalkan tempat tinggalnya di Desa Lelilef Sawai pada Jumat (18/9/2026). Ia berpamitan kepada keluarga untuk pulang ke kampung halamannya di Buton karena mengalami gangguan kesehatan.
Sebelum menghilang, korban menjalani pemeriksaan medis di klinik PT IWIP. Ia menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa dirinya mengalami kondisi kekurangan trombosit.
Karena keberadaannya tidak dapat dihubungi, keluarga melaporkan kehilangan tersebut ke Polsubsektor Weda Tengah pada 19 September 2026. Pencarian mandiri keluarga bersama pihak kepolisian berujung pada ditemukannya jasad korban pada 8 Oktober 2026.
Kondisi jenazah yang sudah membengkak dan membusuk membuat pemeriksaan medis menjadi langkah krusial. Riwayat sakit yang diidap korban sebelum hilang ditegaskan belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab pasti kematiannya.
Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menjalani pemeriksaan medis menyeluruh serta Visum et Repertum (VER).
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Tengah untuk penanganan perkara lebih lanjut. Hingga Jumat (9/10/2026), penyebab serta waktu pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik dari tim dokter.