TERNATE — Pembukaan kejurda ditandai penyerahan bendera kejuaraan dari Ketua KONI Maluku Utara H. Sarbin Sehe kepada Ketua Umum Pengurus Provinsi PBSI Maluku Utara, dr. Haryadi Ahmad. Sarbin menyoroti pentingnya kompetisi daerah sebagai sarana mengukur kemampuan atlet sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga.
Ia menilai potensi atlet perlu didukung pembinaan yang konsisten agar mampu berkembang dan bersaing pada level lebih tinggi. Menurutnya, peningkatan prestasi tidak cukup hanya mengandalkan semangat bertanding.
Ketersediaan fasilitas latihan, kualitas pelatih, kompetisi yang berkesinambungan, serta dukungan organisasi olahraga menjadi faktor penting dalam membangun atlet yang kompetitif. Sarbin juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam pertandingan.
"Setiap laga harus menjadi kesempatan untuk belajar, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kemampuan," katanya.
Ia berharap Kejurda Bulutangkis Piala Gubernur Maluku Utara dapat menjadi salah satu langkah dalam menyiapkan atlet daerah yang mampu menorehkan prestasi hingga tingkat nasional.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Maluku Utara, Rachmat Joisangadji, menjelaskan penyelenggaraan kejuaraan diarahkan untuk menjaring atlet potensial yang dapat dipersiapkan melalui program pembinaan lanjutan. Dari total 284 peserta, sebanyak 236 atlet mengikuti kategori pembinaan, sedangkan 48 peserta lainnya berlaga pada kategori umum.
Peserta berasal dari sembilan kabupaten/kota di Maluku Utara:
Panitia menyediakan total hadiah dan bonus senilai Rp 100 juta bagi atlet yang berhasil meraih prestasi dalam kejuaraan tersebut. Kejurda ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara.
Melalui ajang ini, Dispora Maluku Utara berharap muncul atlet potensial yang bisa diproyeksikan ke kompetisi tingkat nasional melalui program pembinaan lanjutan.