Ribuan Peserta Meriahkan Kirab Budaya Moloku Kie Raha di Sofifi, Perayaan HUT ke-27 Maluku Utara

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01:31 WIB
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe melepas prosesi Kirab Budaya Moloku Kie Raha di Sofifi.

SOFIFI — Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe melepas langsung prosesi kirab dari kawasan Tugu 99. Hadir mendampingi, Perdana Menteri Kesultanan Moloku Kie Raha dan sejumlah tokoh adat setempat.

Peserta kirab terdiri dari pelajar SMA, SMK, SLB, serta paguyuban dari berbagai daerah di Indonesia yang berdomisili di Sofifi. Parade Kesultanan Moloku Kie Raha turut memeriahkan acara dengan menampilkan kekayaan sejarah dan tradisi kesultanan.

Pakaian Adat dan Tradisi Warnai Sepanjang Rute Kirab

Perpaduan pakaian adat dan kekayaan tradisi menjadi pemandangan utama sepanjang rute dari Tugu 99 hingga Alun-Alun Ta'awamu. Semangat kebudayaan yang ditampilkan peserta menjadikan kirab sebagai momentum meneguhkan kembali identitas dan martabat budaya Maluku Utara.

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Maluku Utara. Pelibatan lintas sekolah dan paguyuban menunjukkan kirab tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang partisipasi warga.

Wagub: Kirab Budaya Harus Jadi Sarana Edukasi

Sarbin menegaskan pentingnya keberlanjutan nilai edukasi dari kegiatan kebudayaan ini. Menurutnya, kirab budaya jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

"Kirab budaya jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat untuk memahami dan menghidupkan kebudayaan di tengah perubahan dunia yang semakin cepat," ujar Sarbin.

Sarbin menambahkan, pelestarian warisan budaya, khususnya nilai-nilai luhur dari Kesultanan Moloku Kie Raha, memiliki peran krusial dalam memperkuat karakter generasi masa depan. Generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal kebudayaan sebagai warisan masa lalu, melainkan menjadikannya pedoman dalam membangun kehidupan yang berkarakter, beradab, dan menghargai identitas daerah.

Sejalan dengan Visi Sherly-Sarbin

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah menyampaikan, agenda ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Kirab budaya disebut sebagai bagian dari perwujudan visi Sherly-Sarbin dalam pembangunan kebudayaan.

"Kirab budaya merupakan bagian dari perwujudan visi Sherly-Sarbin dalam mewujudkan pembangunan kebudayaan, terutama terkait sosialisasi Warisan Budaya Takbenda (WBTB)," ungkap Abubakar.

Kesultanan Moloku Kie Raha menyampaikan apresiasi khusus atas komitmen bersama menjaga keberlanjutan tradisi dan nilai sejarah di Maluku Utara. Keterlibatan berbagai pihak dalam kirab ini dinilai memperkuat posisi Sofifi sebagai pusat kegiatan kebudayaan provinsi.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top