AKKU Melonjak 102,5% ke Rp81, Pimpin Top Gainers IHSG Sepekan

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:05:31 WIB
Saham AKKU melonjak 102,50% dari Rp40 menjadi Rp81 dan memimpin daftar top gainers BEI pekan 5-9 Oktober 2026.

MALUKU UTARA — Saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) melesat 102,50% dari Rp40 menjadi Rp81 dalam sepekan perdagangan 5-9 Oktober 2026, memimpin daftar top gainers Bursa Efek Indonesia. Lonjakan ini setara kenaikan Rp41 per saham, sementara PT ERA Merida Sejahtera Tbk (DOOH) menjadi top loser dengan koreksi 26,23% dari Rp366 ke Rp270.

Data statistik mingguan BEI menempatkan AKKU di puncak daftar saham dengan kenaikan harga tertinggi sepanjang pekan. Posisi kedua ditempati ASMI yang menguat 85,71% dari Rp21 menjadi Rp39, disusul STRK yang naik 59,62% dari Rp52 ke Rp83.

Deretan Saham dengan Kenaikan di Atas 50%

Selain tiga emiten teratas, sejumlah saham lain mencatatkan lonjakan signifikan di atas 50% selama sepekan:

  • KKES naik 57,69% dari Rp52 menjadi Rp82
  • ALKA menguat 55,91% dari Rp4.570 ke Rp7.125
  • CSMI melonjak 55,12% ke Rp515
  • PCAR menguat 52,54% ke Rp90
  • IFSH naik 52,45% ke Rp2.020
  • SAFE menguat 52,24% ke Rp1.020
  • PGLI naik 45,86% ke Rp388

DOOH Terdalam, INTD dan TRIN Ikut Terkoreksi

Di kubu sebaliknya, DOOH mencatatkan penurunan paling tajam sebesar 26,23% dari Rp366 menjadi Rp270. Saham INTD menyusul dengan koreksi 22,68% dari Rp388 ke Rp300, sedangkan TRIN melemah 21,54% dari Rp260 ke Rp204.

Pola Pergerakan Harga Ekstrem di Pasar Modal

Lonjakan dan koreksi tajam dalam rentang sepekan seperti yang dialami AKKU, ASMI, hingga DOOH umumnya terjadi pada saham dengan kapitalisasi pasar kecil dan likuiditas terbatas. Harga saham emiten kelompok ini rentan bergerak ekstrem karena volume transaksi yang tipis, sehingga satu atau dua order besar bisa mengubah harga secara signifikan.

Bagi investor ritel, pergerakan harga ekstrem semacam ini menuntut kehati-hatian ekstra. Saham yang naik ratusan persen dalam sepekan berisiko mengalami koreksi balik dengan kecepatan serupa, terutama jika kenaikan tidak ditopang perubahan fundamental perusahaan seperti laba atau pendapatan.

Yang Perlu Dicermati Sebelum Mengejar Momentum

BEI secara rutin memantau saham dengan pergerakan tidak wajar melalui mekanisme unusual market activity (UMA) dan papan pemantauan khusus. Investor disarankan memeriksa keterbukaan informasi emiten, laporan keuangan terakhir, serta ada tidaknya aksi korporasi yang mendasari lonjakan harga.

Data statistik mingguan BEI menjadi rujukan resmi untuk memetakan saham paling cuan dan paling boncos setiap pekan, mencakup seluruh emiten yang tercatat di bursa domestik.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top