TERNATE — Keputusan mengembalikan siswa ke kelas diambil setelah pemerintah kota mengevaluasi kualitas udara bersama Dinas Kesehatan. Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly menyebut pemantauan kondisi udara menjadi dasar utama sebelum sekolah dibuka lagi.
Rizal, yang juga menjabat Ketua Tanggap Darurat Kebakaran, menegaskan pembukaan sekolah tetap menempatkan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan sebagai prioritas.
“Pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat diselenggarakan kembali mulai Senin, tanggal 19 Oktober 2026 sesuai surat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan ke sekolah-sekolah, dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh warga satuan pendidikan,” kata Rizal kepada halmaherapost.com, Minggu, 18 Oktober 2026.
Pembelajaran jarak jauh sebelumnya diberlakukan pada 13–15 Oktober 2026. Kebijakan itu kemudian diperpanjang untuk periode 16–17 Oktober 2026 karena kabut asap masih menjadi perhatian.
Perpanjangan tersebut membuat siswa PAUD, SD, dan SMP di seluruh Ternate menuntaskan aktivitas belajar dari rumah selama dua pekan. Surat pemberitahuan Dinas Pendidikan menjadi dasar resmi pengalihan itu, sebelum akhirnya dicabut melalui surat bernomor 420/4171/2026.
Dinas Pendidikan meminta setiap sekolah mengingatkan siswa agar menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Aktivitas di luar kelas juga diminta dikurangi sebagai langkah pencegahan dampak kabut asap.
Instruksi itu berlaku bagi seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, mulai tingkat PAUD hingga SMP. Sekolah diminta meneruskan imbauan tersebut ke siswa dan orang tua.
Pemkot Ternate menempatkan pemantauan kualitas udara sebagai acuan utama. Evaluasi bersama Dinas Kesehatan akan menentukan apakah pembelajaran tatap muka bisa berlanjut tanpa pengetatan.
Seluruh satuan pendidikan diminta tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa serta warga sekolah selama kegiatan belajar kembali berjalan. Warga sekolah yang merasakan gangguan pernapasan diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.