SOFIFI — Kerusakan lantai Jembatan Akelamo membuat BPJN Maluku Utara menyusun tahapan perbaikan bertingkat. Jembatan darurat disiapkan lebih dulu sebagai jalur sementara, baru kemudian lantai jembatan utama dibongkar dan diperbaiki.
Pelaksana Tugas Kepala BPJN Maluku Utara Abdul Hamid Payapo menyebut jembatan darurat itu memakai konstruksi rangka Bailey dengan panjang sekitar 70 meter. Pengerjaannya sedang berlangsung dan ditargetkan bisa digunakan pada akhir September.
“Untuk jembatan darurat, konstruksi rangka Bailey dengan panjang sekitar 70 meter saat ini sedang dikerjakan. Kami menargetkan jembatan tersebut sudah dapat digunakan pada akhir September,” kata Abdul Hamid, Senin, 14 September 2026.
Jembatan Darurat Jadi Kunci Agar Arus Kendaraan Tetap Jalan
Keberadaan jalur sementara itu menentukan kelancaran tahap berikutnya. Saat lantai Jembatan Akelamo dibongkar, kendaraan dialihkan ke jembatan darurat supaya arus lalu lintas tidak terputus total.
Perbaikan lantai jembatan utama dijadwalkan berlangsung sekitar satu bulan, yakni pada Oktober. Dari hitungan itu, seluruh pekerjaan diharapkan tuntas pada November.
“Kami targetkan sebelum memasuki puncak lalu lintas pada Desember nanti, Jembatan Akelamo sudah rampung 100 persen,” ujar Abdul Hamid.
Penghubung Sofifi–Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan
Jembatan Akelamo memiliki bentang sekitar 100 meter. Posisinya menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan Sofifi dengan Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan.
Karena itu, pekerjaan perbaikan diperkirakan berdampak pada kelancaran lalu lintas di ruas tersebut. Abdul Hamid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat bila perjalanan kendaraan terganggu selama proses pekerjaan.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat jika nantinya dalam pelaksanaan pekerjaan sedikit mengganggu kelancaran lalu lintas pada ruas tersebut,” katanya.
Flagman dan Rambu Disiapkan, Koordinasi dengan Polisi
BPJN Maluku Utara menyiapkan sejumlah langkah pengendalian lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan. Petugas pengatur lalu lintas atau flagman akan ditugaskan, disertai pemasangan rambu-rambu.
Pengaturan itu dikoordinasikan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Wahyudi. BPJN juga berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk menjaga arus kendaraan tetap aman dan terkendali.
“Kami akan menugaskan flagman dan memasang rambu-rambu agar arus lalu lintas tetap lancar dan aman. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat,” ujar Abdul Hamid.
BPJN berharap tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Dengan begitu, kerusakan lantai Jembatan Akelamo bisa segera ditangani tanpa mengganggu mobilitas warga dalam waktu panjang, dan jembatan kembali berfungsi penuh sebelum aktivitas lalu lintas meningkat pada akhir tahun.