SOFIFI — Doni menyebut peringatan HUT ke-71 menjadi momentum refleksi bagi jajaran Lalu Lintas untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, 71 tahun bukan waktu singkat karena perjalanan itu diwarnai berbagai dinamika, tantangan, dan tuntutan perubahan yang terus berkembang.
Dinamika lalu lintas saat ini dinilainya semakin kompleks. Pertumbuhan kendaraan, meningkatnya mobilitas masyarakat, perkembangan teknologi, perubahan perilaku pengguna jalan, hingga tuntutan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan humanis menuntut jajaran untuk terus beradaptasi.
Polantas Diminta Hadir Sebelum Persoalan Terjadi
Kepada seluruh jajaran, Doni mengingatkan bahwa Polantas tidak cukup hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan lalu lintas. Polantas harus mampu hadir sebelum persoalan itu terjadi.
Dia berpesan agar jajaran lebih mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi, sosialisasi rekayasa lalu lintas, pelayanan berkualitas, serta membangun kesadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian dari budaya berlalu lintas.
"Bagi kami, jajaran Lalu Lintas Polda Maluku Utara, keselamatan lalu lintas persoalan penegakan hukum, bukan semata-mata keselamatan adalah tanggungjawab bersama," ujarnya.
Kepolisian Tidak Bisa Bekerja Sendiri
Doni menyadari Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, dunia pendidikan, komunitas, pelaku usaha tradisional, media, serta seluruh elemen masyarakat.
Yang terpenting, menurut dia, adalah kesadaran dan partisipasi masyarakat sebagai pengguna jalan. Jajaran Lalu Lintas Polda Maluku Utara berupaya membangun sosok Polantas yang humanis, responsif, profesional, serta dekat dengan masyarakat, sejalan dengan program Kapolda "Polri Melayani Dengan Hati".
Dalam momentum ini, Doni ingin menjadikan Polantas tidak hanya dipandang sebagai aparat yang melakukan penindakan, tetapi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Khususnya dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, kelancaran, serta keselamatan berlalu lintas.
"Tertib berlalu lintas bukan karena takut pada Ditilang, tetapi karena sadar bahwa keselamatan adalah kebutuhan. Inilah paradigma yang harus kota bangun secara bersama," ucapnya.
Buspas Diluncurkan Secara Digital
Syukuran HUT Ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara juga ditandai dengan peluncuran program Bus Antar Anak Sekolah (Buspas). Program itu diluncurkan secara digital oleh Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman.
Peluncuran disaksikan Wakapolda Brigjen Pol. Slamet Haryadi, Dirlantas, seluruh Pejabat Utama Polda Maluku Utara, serta jajaran Ditlantas dan Kasat Lantas di lingkungan Polda Maluku Utara.
Selain peluncuran Buspas, syukuran dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada peserta lomba yang keluar sebagai juara. Lomba yang digelar meliputi mural, video pendek, karya tulis ilmiah, hingga polisi cilik (Pocil).