Pencarian

DLH Pulau Morotai Olah Sampah Pasar Jadi 80 Kilogram Pupuk Kompos Tanpa Anggaran Khusus

Kamis, 01 Oktober 2026 • 20:30:31 WIB
DLH Pulau Morotai Olah Sampah Pasar Jadi 80 Kilogram Pupuk Kompos Tanpa Anggaran Khusus
Petugas DLH Morotai mengolah sisa sayuran dan buah dari pasar menjadi pupuk kompos.

PULAU MOROTAI — Bahan baku kompos berasal dari aktivitas pasar, terutama sisa sayuran dan buah-buahan yang sudah tidak layak konsumsi. Pelaksana Tugas Kepala DLH Morotai, Nurhayati, menyebut pengomposan ini sebagai inovasi internal yang belum tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) DLH.

"Yang memproduksi sampah ini adalah masyarakat. Karena itu, bagaimana sampah ini bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri," ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Berapa Banyak Kompos yang Sudah Dihasilkan?

Sejak pertengahan Agustus hingga 1 Oktober 2026, DLH Morotai memproduksi sekitar 80 kilogram pupuk kompos. Jumlah itu dihitung dari akumulasi pengolahan limbah organik pasar selama sekitar satu setengah bulan berjalan.

Nurhayati menjelaskan, produksi berjalan tanpa anggaran khusus. Seluruh proses dikerjakan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada di lingkungan dinas.

Kompos Dipakai untuk RTH, Belum Dipasarkan

Hasil pengolahan belum dijual ke pasar. DLH memanfaatkannya untuk mendukung pengembangan Ruang Terbuka Hijau di lingkungan instansi tersebut.

Langkah lain yang menyertai program ini adalah pembibitan mandiri. DLH mulai membuat sendiri bibit bunga dan pohon sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pembelian dari luar.

"Kami di DLH juga memiliki ruang terbuka hijau. Jadi, kami sudah tidak lagi membeli bibit bunga dan pohon, tetapi mencoba membuat sendiri. Pupuk kompos yang kami produksi juga dimanfaatkan untuk RTH," jelasnya.

Sampah Plastik Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Penanganan limbah plastik belum menemukan metode yang dinilai tepat untuk diterapkan. DLH masih mencari solusi untuk jenis sampah yang juga menjadi keresahan warga Morotai tersebut.

"Untuk sampah plastik yang juga menjadi keresahan, sementara ini kami sedang mencari solusinya. Tetapi untuk sampah organik, kami manfaatkan sebagai pupuk kompos," katanya.

Jadi Media Pembelajaran Pegawai DLH

Kegiatan pengomposan sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi pegawai DLH, termasuk tenaga PPPK dan staf. Ke depan, mereka diharapkan mampu memberikan pendampingan kepada pemerintah desa dan masyarakat.

Jika produksi terus meningkat, DLH akan mempertimbangkan pemanfaatan yang lebih luas, termasuk kemungkinan pemasaran kepada masyarakat.

Peluang untuk Petani Hortikultura Morotai

Nurhayati menilai pengolahan sampah organik punya ruang pengembangan lebih jauh, terutama untuk mendukung sektor pertanian dan hortikultura di Morotai.

"Morotai merupakan daerah kepulauan dengan kondisi tekstur tanah yang kurang subur di sejumlah wilayah. Karena itu, pupuk kompos ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para petani, khususnya petani hortikultura," pungkasnya.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cermat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks