TERNATE — Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Fahmi Bachdar, menyatakan fenomena kabut asap sudah terpantau dalam beberapa hari terakhir. Pada pagi hari, kabut cukup tebal sehingga mengurangi jarak pandang dan menyebabkan terganggunya aktivitas penerbangan.
Selain penerbangan, berkurangnya jarak pandang berpotensi memengaruhi transportasi laut di wilayah Maluku Utara. Asap dari kebakaran di sejumlah wilayah itu terbawa pergerakan angin dari arah timur hingga tenggara, lalu menyebar ke Maluku Utara, termasuk Kota Ternate dan sekitarnya.
Wilayah Sumber Asap: Halmahera hingga Papua Bagian Selatan
Fahmi menyebut kabut asap diduga berasal dari kebakaran di Halmahera Timur, Halmahera Tengah, sebagian Halmahera Utara, serta Papua bagian selatan. "Dalam beberapa hari terakhir, fenomena seperti ini sudah terpantau. Pada pagi hari, kabut cukup tebal sehingga mengurangi jarak pandang dan menyebabkan terganggunya aktivitas penerbangan," ujar Fahmi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan pemantauan data satelit, potensi sebaran asap masih terpantau di sejumlah wilayah, termasuk Halmahera, Ternate, dan Tidore. Pemantauan itu sejalan dengan citra sebaran asap BMKG pada 12 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB.
Berapa Lama Kabut Asap Bertahan di Ternate?
Durasi fenomena ini bergantung pada pola dan arah angin yang bertiup, juga perkembangan kebakaran di wilayah sumber asap. "Untuk berapa lama kondisi ini berlangsung, sangat bergantung pada pola angin yang bertiup di wilayah kita dan perkembangan kebakaran yang terjadi saat ini," katanya.
Data citra sebaran asap tersebut menjadi salah satu bahan pemantauan BMKG untuk melihat perkembangan kondisi di Maluku Utara. Hingga pemantauan terakhir, sebaran asap masih terpantau di Halmahera, Ternate, dan Tidore.
Imbauan BMKG: Pakai Masker saat Beraktivitas
Fahmi mengimbau masyarakat, khususnya warga Kota Ternate dan sekitarnya, meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan. "Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas agar menggunakan masker, karena fenomena yang terjadi saat ini dapat mengganggu kesehatan tubuh, terutama pada saluran pernapasan," tutupnya.
Warga yang hendak bepergian pada pagi hari disarankan memperhatikan kondisi jarak pandang dan mengikuti informasi terbaru dari BMKG. Pengguna jasa penerbangan maupun transportasi laut juga diminta memantau pengumuman resmi dari operator terkait.