MALUKU UTARA — UNDERTALE: The Determination Symphony menghadirkan 25 musisi dalam pertunjukan orkestra yang memadukan musik game, visual gameplay, dan storytelling di Jakarta pada 11 Oktober 2026. Konser dua sesi ini menjadi bagian tur Asia setelah Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur, diproduksi SOHO Live serta digarap Lambert Jackson Productions bersama Materia Music.
Pertunjukan yang digelar dalam dua sesi, siang dan malam, ini membawa aransemen orkestra dari soundtrack karya Toby Fox ke atas panggung. Sebanyak 25 musisi terlibat dalam pementasan yang menyasar penggemar lama UNDERTALE maupun penonton yang baru mengenal musik video game.
Konsep Pertunjukan: Musik Live dan Visual Gameplay
Daya tarik utama pertunjukan ini terletak pada proyeksi cuplikan gameplay di atas panggung yang diselaraskan dengan permainan musik secara langsung. Penonton tidak sekadar mendengar melodi yang familiar, tetapi juga menyaksikan kembali dunia, karakter, dan momen dari permainan tersebut.
Format ini memberi ruang berbeda bagi komposisi UNDERTALE. Melodi yang biasanya hadir berdampingan dengan dialog, pertarungan, atau eksplorasi kini berkembang melalui permainan puluhan musisi dengan aransemen dan dinamika baru.
Jadwal Tur dan Tim Produksi
Pertunjukan Jakarta menjadi bagian dari tur Asia yang sebelumnya menyambangi penggemar di Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur. Tur dunia 2026/27 ini diproduksi SOHO Live, sementara pertunjukannya digarap Lambert Jackson Productions bersama Materia Music.
Dua sesi pertunjukan dalam satu hari memberi kesempatan lebih luas bagi penonton untuk memilih waktu yang sesuai. Jadwal ini juga menandai bagaimana konser bertema game mulai rutin menyambangi kota-kota besar di Asia Tenggara.
Pengalaman bagi Penggemar Lama dan Penonton Baru
Bagi penggemar yang sudah menamatkan UNDERTALE, versi orkestra menghadirkan cara berbeda untuk mengenang soundtrack yang melekat dengan pengalaman bermain mereka. Visual gameplay membantu menjaga hubungan antara musik dan momen emosional yang membuat soundtrack ini dikenang.
Penonton yang belum pernah memainkan game-nya pun tetap bisa menikmati perpaduan musik live dan visual. Pertunjukan audiovisual semacam ini membuka pintu bagi mereka yang ingin mengenal musik video game lebih dalam tanpa harus bermain terlebih dahulu.
Budaya Gaming Bertemu Seni Pertunjukan
Pementasan di Jakarta memperlihatkan bagaimana budaya gaming dapat bersinggungan dengan bentuk seni pertunjukan lain. UNDERTALE dikenal bukan hanya lewat mekanisme permainan dan ceritanya, tetapi juga melalui musik yang membangun identitas dunia serta komunitas penggemarnya.
Membawanya ke panggung orkestra menjadi cara merayakan hubungan tersebut secara kolektif. Pengalaman menonton bersama di ruang konser jelas berbeda dari bermain game sendirian di rumah.
Setelah pertunjukan Jakarta pada 11 Oktober 2026 berlalu, format konser ini menegaskan bahwa musik video game memiliki kehidupan di luar layar. Soundtrack yang awalnya menemani perjalanan virtual dapat berkembang menjadi pertunjukan tersendiri, mempertemukan penggemar lama dan penonton baru dalam satu ruang.