MALUKU UTARA — Yogi Saputra menutup kiprah Timnas Futsal Indonesia di Copa das Nacoes de Futsal 2026 sebagai pencetak gol terbanyak skuad Garuda, meski tim harus pulang dengan tiga kekalahan. Kekalahan terakhir 1-2 dari Peru pada Minggu (18/10) dini hari WIB jadi penutup turnamen yang tetap menyisakan catatan positif bagi pelatih Hector Souto.
Meski begitu, ada satu nama yang menonjol di balik rentetan hasil kurang memuaskan itu: Yogi Saputra. Pemain yang tampil agresif di lini depan itu keluar sebagai top scorer timnas Indonesia sepanjang turnamen.
Gol-gol Yogi Saputra Jadi Satu-satunya Sinar di Tengah Kekalahan
Kontribusi Yogi di sektor serang menjadi salah satu alasan Souto tetap bisa tersenyum usai turnamen. Di tengah kesulitan tim mencetak angka, pemain itu konsisten jadi ujung tombak yang bisa diandalkan.
Status top scorer bukan sekadar catatan statistik. Bagi Yogi, capaian itu jadi bukti bahwa kualitas individu pemain futsal Indonesia mampu bersaing di level turnamen internasional, kendati hasil kolektif belum berpihak.
Yogi sendiri blak-blakan soal sejumlah fakta yang ia temui selama turnamen. Ia menyoroti proses adaptasi tim terhadap lawa-lawan kelas dunia, serta pentingnya pengalaman bertanding di level seperti Copa das Nacoes bagi perkembangan futsal Indonesia ke depan.
Hector Souto Tekankan Perkembangan, Bukan Sekadar Hasil
Pelatih asal Spanyol itu berulang kali menegaskan bahwa target utama timnas di turnamen ini bukan semata-mata kemenangan. Menurut Souto, yang paling penting saat ini adalah berkembang, baik futsal Indonesia secara umum maupun para pemain secara individual.
"Yang paling penting saat ini adalah berkembang, baik futsal Indonesia secara umum, dan khususnya para pemain," kata Hector Souto seperti dikutip dari keterangan usai laga kontra Peru.
Pernyataan itu sejalan dengan arah pembinaan yang ia bangun sejak menangani timnas. Souto dikenal getol memberi ruang kepada pemain muda untuk tampil di level internasional, meski harus melewati proses yang tidak selalu mulus.
Rapor Tiga Laga: Modal Berharga Menuju Agenda Berikutnya
Kekalahan dari Peru menutup rangkaian pertandingan Indonesia di turnamen tersebut. Tiga kekalahan dari tiga laga jelas bukan hasil ideal, tetapi menjadi bahan evaluasi konkret bagi jajaran pelatih.
- Hasil terakhir: Indonesia 1-2 Peru (Minggu, 18/10 dini hari WIB)
- Rekor turnamen: tiga kekalahan dari tiga pertandingan
- Top scorer timnas: Yogi Saputra
- Pelatih: Hector Souto (Spanyol)
Bagi Souto, pengalaman menghadapi tim-tim dari benua lain memberi gambaran nyata soal jarak kompetitif yang harus dikejar. Turnamen ini juga menjadi ajang uji kedalaman skuad sebelum agenda-agenda berikutnya, termasuk kejuaraan regional.
Dengan regenerasi yang mulai berjalan, hasil di Copa das Nacoes 2026 tak bisa dibaca sekadar dari kolom kemenangan. Performa individu seperti yang ditunjukkan Yogi Saputra menjadi indikator bahwa bahan baku pemain Indonesia untuk bersaing di pentas dunia sudah ada.
Kiprah di turnamen ini menjadi pijakan bagi timnas futsal Indonesia untuk merapikan strategi, memperkuat mental bertanding, dan mempertajam efektivitas lini serang sebelum kembali turun di kompetisi resmi berikutnya.