Ternate Gandeng UGM Jadikan Benteng Oranje Pusat Kreativitas Rempah Dunia

Penulis: Boyke Sihombing  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 11:44:39 WIB
Sekretaris Daerah Kota Ternate dan Ketua Dewan Guru Besar UGM membahas pengembangan Benteng Oranje sebagai pusat kreativitas rempah.

Benteng Oranje di Ternate segera beralih fungsi menjadi pusat aktivitas edukasi dan inovasi global. Pemerintah Kota Ternate memproyeksikan situs bersejarah ini sebagai "Creative Hub Rempah" yang mempertemukan berbagai lintas disiplin ilmu. Rencana besar ini dimatangkan melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sekretaris Daerah Kota Ternate menemui Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., untuk menyusun peta jalan pengembangan kawasan tersebut. Pertemuan yang berlangsung di Yogyakarta ini menjadi tonggak penting bagi penguatan city branding Ternate sebagai Kota Rempah di kancah internasional.

Konsep Living Laboratory di Kawasan Benteng Oranje

Pengembangan Benteng Oranje tidak hanya berhenti pada upaya konservasi fisik bangunan. Kawasan ini akan dikelola sebagai living laboratory atau laboratorium hidup yang mengintegrasikan sejarah, kewirausahaan, hingga diplomasi budaya. Ekosistem ini dirancang agar tetap adaptif dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas sejarahnya.

“Benteng Oranje akan dikembangkan sebagai living laboratory lintas disiplin sekaligus Creative Hub Rempah—ruang kolaborasi bagi pelajar, akademisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif,” ujar Sekda Kota Ternate.

Program utama dalam laboratorium hidup ini mencakup inkubasi bisnis berbasis rempah dan pelatihan kepemimpinan bagi generasi muda Maluku Utara. Selain itu, pengembangan produk kuliner lokal akan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di dalam benteng.

Diplomasi Budaya dan Pertukaran Pelajar Internasional

Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah pembukaan jejaring global melalui jalur sejarah. Mengingat kedekatan historis perdagangan rempah antara Ternate dan Belanda, kedua pihak mengusulkan program pertukaran pemuda dan pelajar internasional. Langkah ini diharapkan mampu memperluas wawasan global anak muda lokal.

Aktivitas di Creative Hub Rempah nantinya juga mencakup forum inovasi dan pameran budaya yang rutin digelar. Identitas Ternate sebagai titik penting jalur rempah dunia akan diperkuat melalui narasi yang disusun bersama para akademisi UGM.

Penguatan Kapasitas Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

Sektor kuliner rempah diposisikan sebagai pilar utama dalam modernisasi ekonomi di Ternate. Melalui program youth training dan capacity building, Pemkot Ternate dan UGM fokus meningkatkan keterampilan bisnis pemuda setempat. Tujuannya adalah menciptakan produk turunan rempah yang memiliki daya saing tinggi.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Prof. Baiquni diundang menjadi narasumber utama pada Seminar Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Agenda nasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Ternate pada Agustus mendatang.

Kehadiran pakar dari UGM diharapkan memberikan perspektif baru dalam pengelolaan kota pusaka yang berkelanjutan. “Kolaborasi ini diharapkan mampu mentransformasi Benteng Oranje menjadi pusat edukasi dan inovasi berbasis warisan sejarah, sekaligus memperkuat daya saing Ternate di tingkat global,” tutup Sekda.

Reporter: Boyke Sihombing
Back to top