Cetak Sawah Baru hingga B50: Tiga Jurus BUMN Buka Jalan Indonesia Emas 2045

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 15:43:02 WIB
Pencetakan sawah baru sebagai bagian dari program ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.

MALUKU UTARA — Pemerintah tidak setengah-setengah dalam menyusun peta jalan menuju Indonesia Emas 2045. Melalui BUMN, berbagai program strategis tengah digeber secara simultan, bukan lagi sekadar wacana. Dony Oskaria, Kepala BP BUMN yang juga menjabat COO Danantara, menegaskan bahwa transformasi ini harus dipahami sebagai satu kesatuan kebijakan fundamental, bukan program yang berjalan sendiri-sendiri.

"Dalam satu negara yang sedang melakukan transformasi tentu akan ada respons, baik positif maupun negatif. Tetapi yang paling penting adalah pemahaman masyarakat mengenai proses transformasi yang sedang dijalankan secara fundamental oleh pemerintah," ujar Dony di Jakarta, Kamis (11/6).

Lumbung Pangan Baru dan Kemandirian Energi

Pilar pertama yang menjadi prioritas adalah ketahanan pangan. Pemerintah menempatkannya sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi. Berbagai proyek fisik mulai digarap, mulai dari pencetakan sawah baru, pembangunan jaringan irigasi, hingga pengendalian alih fungsi lahan pertanian. Reformasi tata niaga pupuk juga masuk dalam daftar untuk memastikan produktivitas petani meningkat.

Di sektor energi, targetnya tak kalah ambisius. Dony menekankan bahwa kemandirian energi adalah syarat mutlak bagi negara yang ingin berdaulat. "Karena itu kita mengembangkan energi baru terbarukan, menambah storage BBM, melakukan eksplorasi cadangan energi baru, dan menjalankan program B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi," jelasnya. Pemerintah juga mendorong pembangunan jaringan distribusi gas rumah tangga sebagai strategi jangka panjang.

Stunting 22 Persen Jadi PR Besar SDM

Pilar ketiga, yakni kualitas SDM, dinilai paling menentukan keberhasilan transformasi. Presiden Prabowo Subianto, menurut Dony, menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama. Negara maju hanya bisa dibangun oleh masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif. Angka stunting yang masih berada di kisaran 22 persen menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

"Semua negara yang maju dan berkelanjutan itu memiliki sumber daya manusia yang kuat dan cerdas. Karena itu pemerintah melihat persoalan stunting sebagai isu yang sangat mendasar. Ini tantangan besar yang harus kita selesaikan," kata Dony. Untuk menopang hal tersebut, pemerintah membangun sekitar 200 Sekolah Rakyat, mengembangkan sekolah unggulan, serta mendistribusikan smart board ke berbagai daerah guna memeratakan kualitas pendidikan.

Ketiga pilar ini, menurut Dony, adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Jika ketahanan pangan dan energi terpenuhi, maka fondasi ekonomi akan kokoh. Jika SDM sehat dan cerdas, maka produktivitas nasional akan melonjak. Target Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan hasil dari kerja sistematis yang tengah dijalankan sejak sekarang.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top