Pemkot Ternate Siapkan Pilot Project Pengolahan Sampah Organik Jadi Pupuk Cair, Libatkan Teknologi Maggot BSF

Penulis: Dedi Supriadi  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 16:30:01 WIB
Wali Kota Ternate bersama PT Bio Agromitra Indonesia membahas pilot project pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair.

TERMATE — Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, bersama jajaran PT Bio Agromitra Indonesia membahas penguatan kolaborasi pengelolaan sampah organik di Kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Kamis (11/6/2026). Pertemuan itu menyepakati pembangunan pilot project pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair sebagai langkah strategis mengurangi volume sampah sekaligus mendukung pertanian perkotaan.

Tauhid mengatakan, kerja sama dengan perusahaan tersebut telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Ia mengklaim Kota Ternate menjadi daerah pertama di Maluku Utara yang menerima distribusi pupuk cair hasil biokonversi.

"Dulu saya datang langsung ke Batang Dua dan menjadi pembuka jalan distribusi pupuk cair yang ada di Ternate maupun Maluku Utara. Sekarang mereka kembali datang untuk melihat perkembangan sekaligus membahas potensi pengelolaan sampah yang dapat dikonversi menjadi pupuk cair," ujarnya.

Teknologi Maggot BSF untuk Atasi Sampah Organik

Direktur Utama PT Bio Agromitra Indonesia, Isra Darma, menjelaskan bahwa program biokonversi di Ternate telah berjalan sejak 2021 dan menjadi titik awal pengembangan di sembilan kabupaten di Maluku Utara. Setelah lima tahun, hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

"Saat ini kami sudah hadir di hampir sembilan kabupaten di Maluku Utara, dan semuanya berawal dari Ternate," ungkapnya.

Isra mengatakan, fokus kerja sama yang akan diperkuat adalah pengolahan sampah organik menggunakan teknologi larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Teknologi ini dinilai efektif mengurangi volume sampah organik yang menjadi persoalan lingkungan di kota tersebut.

"Model bisnis kami menggunakan maggot BSF untuk membantu menyelesaikan masalah sampah organik. Dari proses pengolahan itu dihasilkan pupuk yang dapat dimanfaatkan masyarakat," jelasnya.

Pupuk untuk Urban Farming dan Pencegahan Stunting

Pupuk hasil biokonversi akan diarahkan untuk mendukung program urban farming atau pertanian perkotaan. Masyarakat didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan keluarga.

Tak hanya pupuk, maggot BSF memiliki kandungan protein tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Isra menilai potensi ini bisa mendukung peningkatan kualitas protein pada telur dan daging ternak serta berkontribusi pada upaya pencegahan stunting.

Untuk mendukung keberhasilan program, PT Bio Agromitra Indonesia bersama Pemkot Ternate berencana melibatkan kelompok PKK dan dasawisma dalam pengumpulan sampah organik rumah tangga, terutama sisa olahan dapur.

"Pak Wali sangat mendukung. Ke depan kami akan melibatkan ibu-ibu PKK dan kelompok dasawisma untuk mengumpulkan sampah organik rumah tangga agar dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat," tandas Isra.

Wali Kota Ternate menambahkan, sinergi dengan PT Bio Agromitra Indonesia akan terus diperkuat melalui koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan organisasi perangkat daerah terkait. Pilot project tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi pengurangan volume sampah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih.

"Kalau memungkinkan ada satu titik yang menjadi pilot project untuk dikonversi menjadi pupuk cair. Harapan kita, program ini dapat mendukung upaya pengurangan sampah dan menjadi bagian dari cita-cita besar Kota Ternate mewujudkan lingkungan yang lebih bersih," kata Tauhid.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top