SOFIFI — Ajakan itu disampaikan Sherly melalui video yang diunggah di media sosial beberapa waktu lalu. Ia menekankan bahwa hari pertama sekolah merupakan fase krusial bagi anak untuk memasuki lingkungan baru yang akan membentuk karakter dan masa depannya.
"Hari pertama sekolah adalah langkah kecil seorang anak memasuki dunia yang lebih besar. Pada langkah pertama itu, mereka membutuhkan wajah yang paling mereka percaya, yaitu ayah dan ibunya," kata Sherly dalam keterangannya.
Menurut Sherly, kehadiran orang tua di gerbang sekolah memiliki arti lebih besar dari sekadar mengantar. Kehadiran itu menjadi fondasi emosional yang membuat anak merasa aman, dihargai, dan lebih percaya diri menghadapi pengalaman baru.
"Melalui kehadiran orang tua, anak akan merasa tidak sendiri dan yakin bahwa mereka mampu melangkah meraih masa depan," ujarnya.
Orang nomor satu di Maluku Utara itu juga mengajak seluruh masyarakat mendukung gerakan "Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah". Keterlibatan ayah dan ibu sejak awal pendidikan, lanjutnya, memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemprov Maluku Utara memberikan kelonggaran bagi ASN dan pegawai di lingkungan pemprov yang memiliki anak memulai jenjang pendidikan baru. Mereka diizinkan datang terlambat ke kantor pada hari pertama sekolah agar bisa mengantar anak terlebih dahulu.
Sherly beralasan, pekerjaan masih bisa diselesaikan di waktu lain. Namun, kesempatan mendampingi anak di hari pertama sekolah merupakan pengalaman yang hanya terjadi sekali dan akan selalu dikenang.
"Anak-anak mungkin akan lupa pelajaran di hari pertama atau siapa teman sebangkunya, tetapi mereka akan selalu mengingat siapa yang menggenggam tangannya ketika mulai berani melangkah," tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Sherly menyampaikan selamat kepada seluruh peserta didik yang memulai tahun ajaran baru. Ia berharap anak-anak Maluku Utara tumbuh menjadi generasi yang berani belajar, berani bermimpi, dan mampu meraih cita-cita.
"Jangan hanya mengantar anak ke sekolah, tetapi antarkan mereka menuju masa depan," pungkasnya.