MABA TENGAH — Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, memfokuskan penanganan banjir di dua desa yang kerap terendam, Maratana Jaya dan Dorolamo, secara menyeluruh. Pemerintah daerah tidak ingin mengambil kebijakan tanpa dasar data lapangan yang valid.
Ketua Tim Observasi dan Verifikasi, Tarudin, memaparkan sejumlah faktor penyebab banjir berdasarkan investigasi langsung. Selain curah hujan tinggi di wilayah Maba Tengah, kondisi geografis kedua desa yang berada di kawasan cekungan membuat air sulit surut saat debit meningkat.
Tim juga menemukan tiga titik longsoran di sekitar aliran Sungai Ake Marimba yang menghambat aliran air. Kapasitas kanal, drainase, dan saluran pembuangan air terus menurun sehingga tidak lagi mampu mengalirkan air secara optimal.
Temuan lain yang menjadi perhatian adalah adanya pembukaan kawasan hutan dan aktivitas produksi kayu oleh perusahaan di sekitar wilayah terdampak. Faktor ini akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah dalam menyusun langkah penanganan banjir.
“Hari ini kita berkumpul untuk mencari solusi yang konkret berdasarkan data hasil observasi dan investigasi yang telah dilakukan tim di lapangan,” ujar Ubaid dalam rapat koordinasi, Kamis (9/7/2026).
Ubaid menegaskan, hasil investigasi tim akan menjadi dasar penyusunan strategi penanganan melalui sinergi lintas sektor. Evaluasi tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup tata kelola lingkungan hingga aktivitas perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak.
Pemerintah daerah ingin melihat persoalan banjir secara komprehensif agar setiap kebijakan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Tim observasi dan verifikasi terdiri atas unsur lintas organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Inspektorat Daerah, BP4D, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sesuai keputusan bupati, tim bertugas melakukan observasi dan verifikasi menyeluruh di kawasan terdampak, menyusun rekomendasi penanganan banjir, sekaligus meninjau aktivitas operasional perusahaan yang beroperasi di wilayah Maba Tengah. Apabila ditemukan aktivitas yang berpotensi meningkatkan risiko banjir, tim akan melakukan koordinasi lintas sektor untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Ubaid berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan rekomendasi yang konkret, terukur, dan dapat segera ditindaklanjuti. Dengan begitu, persoalan banjir di Maratana Jaya dan Dorolamo dapat diselesaikan secara menyeluruh, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Rapat koordinasi turut dihadiri Direktur PT Kirana Cakrawala, Direktur Utama BUMD Halmahera Timur, Camat Maba Tengah, serta kepala desa dari kedua desa terdampak.