Wae Rebo Tutup Sementara Usai Gempa M 7,7 Flores, Jalur Trekking Masih Berisiko Longsor

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:54:01 WIB
Pengelola Wae Rebo menutup sementara akses wisatawan pasca gempa M 7,7 Flores untuk mengantisipasi risiko longsor di jalur trekking.

MALUKU UTARA — Keputusan ini diambil pengelola untuk keselamatan pengunjung. Ketua Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo, Mikael Tonso, mengatakan potensi longsor masih mengancam jalur pendakian setelah gempa besar tersebut.

"Potensi longsor karena gempa. Jalur trekking belum dipastikan aman," ujar Mikael, Minggu (16/8/2026) pagi.

Alasan Penutupan dan Proses Evaluasi

Penutupan kunjungan wisatawan mulai diberlakukan pada Sabtu (15/8) pagi, tidak lama setelah gempa terjadi. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini terhadap risiko pergerakan tanah di medan berbukit menuju desa.

Pengelola belum bisa memastikan kapan Wae Rebo akan kembali menerima wisatawan. Mikael menjelaskan, pembukaan kembali akan dilakukan setelah survei menyeluruh terhadap keamanan jalur trekking dan kondisi rumah adat Mbaru Niang selesai dilakukan.

"Setelah survei jalur trekking dan pengecekan rumah niang secara menyeluruh, nanti baru akan di-update lagi kapan buka," jelasnya.

Daya Tarik Desa di Atas Awan

Wae Rebo berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Desa ini dikenal luas sebagai 'surga di atas awan' karena panorama kabut dan hamparan hijau perbukitan Flores yang menyelimuti kawasan tersebut.

Ikon utama destinasi ini adalah tujuh rumah adat Mbaru Niang berbentuk kerucut yang berdiri melingkar di lapangan tengah desa. Rumah-rumah ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin melihat arsitektur tradisional Manggarai yang masih terjaga.

Selain keindahan alam, kekayaan budaya dan keramahan masyarakat setempat menjadi nilai jual lain. Wisatawan yang berkunjung biasanya menginap di rumah warga dan merasakan langsung kehidupan sehari-hari komunitas adat setempat.

Dampak Gempa di Flores dan Sekitarnya

Gempa bermagnitudo 7,7 yang menjadi penyebab penutupan ini berpusat di laut dengan kedalaman 15 kilometer. Titik pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT.

Guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan. Di Labuan Bajo, dampak gempa terasa signifikan. Sejumlah resor dan hotel bintang empat mengalami kerusakan, dan para tamu sempat berhamburan keluar bangunan. Warga di kawasan pesisir juga meninggalkan rumah karena khawatir terjadi tsunami.

Hingga Sabtu malam, tercatat 47 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah korban lainnya masih dilaporkan tertimbun di beberapa wilayah terdampak di Flores.

Tips untuk Wisatawan yang Terdampak

Bagi wisatawan yang sudah memiliki rencana berkunjung ke Wae Rebo dalam waktu dekat, disarankan untuk menunda perjalanan dan menghubungi pengelola atau agen perjalanan untuk informasi terbaru. Kondisi jalur dan keamanan lokasi dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk destinasi lain di NTT, terutama di kawasan pesisir, pantau terus informasi resmi dari pihak berwenang terkait potensi gempa susulan dan status tanggap darurat. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama sebelum menikmati keindahan alam Flores.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top