MALUKU UTARA — Gempa yang melanda NTT langsung mengganggu infrastruktur telekomunikasi TelkomGroup. Sekitar 50 persen BTS Telkomsel sempat lumpuh dan layanan fixed broadband di sejumlah kabupaten terdampak menurun drastis. Namun, tim teknis langsung bergerak memulihkan jaringan dengan mengutamakan keselamatan personel dan mengoptimalkan genset cadangan sebelum pasokan listrik normal kembali.
Proses pemulihan berjalan cepat. Hingga Minggu (16/8), sebanyak 400 BTS yang sempat terganggu di awal gempa telah kembali beroperasi. Dari total 17.062 pelanggan IndiHome di wilayah terdampak, sebanyak 16.788 pelanggan atau 98,3 persen kini telah menikmati layanan internet rumah mereka kembali.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan komitmen perseroan dalam mempercepat perbaikan.
"Alhamdulillah trafik sudah berangsur normal, walaupun pada awalnya terdapat sekitar 50% BTS Telkomsel terganggu, tapi saat ini sejalan dengan upaya percepatan perbaikan yang kami lakukan dan listrik yang mulai kembali, sebagian besar sudah pulih," ujar Dian dalam Rakor Penanganan Gempa NTT, Minggu (16/8).
Prioritas pemulihan difokuskan pada tujuh kabupaten terdampak: Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada. Kondisi lapangan dan kesiapan infrastruktur pendukung menjadi pertimbangan utama dalam penanganan.
Meski sejumlah kabel fiber optik darat dan laut putus, jaringan backbone utama TelkomGroup masih berfungsi berkat jalur cadangan. Kapasitas layanan di beberapa titik memang menurun, namun perbaikan infrastruktur dan optimalisasi jalur alternatif terus dilakukan untuk menjaga konektivitas.
Sebanyak 300 personel teknis TelkomGroup dikerahkan ke wilayah terdampak. Mereka bertugas melakukan asesmen, pemulihan jaringan, dan penanganan infrastruktur pendukung. Sumber daya listrik mandiri berupa genset bergerak dan tetap juga dimaksimalkan untuk menjaga layanan tetap hidup.
TelkomGroup bersinergi dengan Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital, BNPB, BPBD, TNI/Polri, serta pemerintah daerah. Koordinasi ini memastikan penanganan di lapangan berjalan aman dan tepat sasaran.
Untuk membantu masyarakat tetap terhubung, Telkomsel menyediakan Paket Darurat berisi 3GB internet, 100 SMS, dan 300 menit telepon. Paket ini dijual seharga Rp1 dengan masa berlaku tujuh hari dan dapat diaktifkan melalui *888*20#.
Layanan ini dihadirkan sebagai bentuk dukungan nyata bagi pelanggan di tengah situasi pascabencana. TelkomGroup juga membuka Hotline Tanggap Bencana untuk informasi perkembangan layanan terbaru.
"Kami memahami bahwa di tengah situasi bencana seperti ini, konektivitas menjadi kebutuhan yang semakin vital bagi masyarakat, baik untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun untuk memperoleh informasi dan dukungan yang dibutuhkan. Kami akan terus berada di tengah masyarakat dan melakukan yang terbaik agar mereka dapat tetap terhubung," tutup Dian.
Pemulihan infrastruktur telekomunikasi menjadi fondasi penting bagi proses pemulihan ekonomi dan sosial di NTT. Dengan jaringan yang kembali normal, aktivitas masyarakat dan koordinasi bantuan dapat berjalan lebih efektif.