MALUKU UTARA — Setelah berhari-hari bekerja keras di lapangan, PT PLN (Persero) akhirnya berhasil menormalkan kembali pasokan listrik di seluruh wilayah Flores. Proses pemulihan yang dilakukan sejak gempa pertama kali terjadi itu melibatkan lebih dari seribu personel yang dikerahkan ke berbagai titik terdampak.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara khusus menyampaikan apresiasinya atas kerja cepat tim PLN. Ia menilai respons cepat ini sangat membantu masyarakat yang tengah berjuang pulih dari bencana.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur mengucapkan terima kasih kepada PLN, baik Direksi di pusat maupun juga General Manager di NTT dan khususnya wilayah Flores, beserta semua tim lapangan yang telah bekerja dengan luar biasa sejak hari pertama sampai saat ini," ujar Melki dalam keterangan resminya, Selasa malam (18/8).
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F. Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa proses penormalan dilakukan secara bertahap. Timnya harus memeriksa jaringan listrik titik demi titik untuk memastikan keamanan sebelum dialiri listrik kembali.
"Sejak gempa terjadi, kami langsung melakukan asesmen terhadap kondisi jaringan di seluruh wilayah terdampak. Kami menerjunkan 1.144 personel untuk melakukan pengamanan, perbaikan, dan penormalan secara bertahap," kata Eko.
Bukan perkara mudah. Akses menuju sejumlah lokasi terdampak sempat terhambat akibat kerusakan infrastruktur pascagempa. Meski begitu, Eko memastikan mobilisasi personel, material, dan peralatan terus dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pulihnya listrik di Flores bukan sekadar soal teknis. Ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.
"Kami ingin memastikan kelistrikan terus mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia Timur," ungkap Darmawan.
Ia juga menyoroti semangat gotong royong yang terjalin selama masa pemulihan. Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian ESDM, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, hingga masyarakat yang membantu membuka akses dan memberikan informasi kondisi wilayah.
Di sela-sela pemulihan infrastruktur, PLN turut menyalurkan bantuan sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan disalurkan dengan berkoordinasi bersama BPBD, dinas sosial, dan aparat keamanan agar tepat sasaran.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi fasilitas penerangan darurat, paket pangan dan logistik, paket kesehatan dan medis, paket khusus balita dan anak, serta paket kebersihan dan sanitasi. "Di situasi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa ikut meringankan beban masyarakat," jelas Eko.
Meski seluruh sistem telah pulih, PLN tidak serta-merta menarik personelnya. Tim tetap disiagakan untuk memantau kondisi jaringan dan mengantisipasi potensi gangguan lanjutan pascagempa.