Kapolres Anambas Ajak Nelayan Perkuat Sinergi, Kecepatan Informasi Kunci Selamat di Laut

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:56:35 WIB
Kapolres Kepulauan Anambas memimpin pertemuan dengan TNI AL, Basarnas, BPBD, BMKG, Syahbandar, HNSI, dan nelayan untuk memperkuat koordinasi keselamatan pelayaran.

MALUKU UTARA — Keselamatan berlayar kembali menjadi sorotan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Polres Kepulauan Anambas menginisiasi pertemuan yang mempertemukan unsur TNI AL, Basarnas, BPBD, BMKG, Syahbandar, HNSI, hingga perwakilan nelayan untuk membahas mitigasi risiko di tengah laut.

Kolaborasi Lintas Instansi untuk Respons Cepat

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir. Menurutnya, forum ini menjadi ruang komunikasi penting untuk memperkuat koordinasi menghadapi berbagai persoalan di wilayah perairan.

"Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Pertemuan seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi kita, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan di wilayah perairan," ujar Kapolres.

Kecepatan informasi dan koordinasi dinilai sebagai faktor penentu keberhasilan penanganan saat terjadi kecelakaan atau kondisi membahayakan nelayan. Kapolres berharap komunikasi yang terbangun tidak berhenti di forum pertemuan, tetapi berlanjut dalam kegiatan sehari-hari agar setiap informasi darurat dapat segera ditindaklanjuti.

Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan daripada Target Melaut

Kasat Polairud Polres Kepulauan Anambas Iptu Parlindungan Hasibuan mengingatkan para nelayan agar tidak mengabaikan aspek keselamatan. Kondisi cuaca di laut dapat berubah cepat, dan gelombang tinggi, angin kencang, maupun kelalaian manusia berpotensi memicu kecelakaan.

"Kami mengajak seluruh instansi terkait dan pemerintah untuk bersama-sama meningkatkan kerja sama dan koordinasi, bagaimana kita dapat menekan serta mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut," kata Parlindungan.

Penanganan kecelakaan di laut membutuhkan kecepatan informasi dari berbagai pihak. Setiap unsur yang mengetahui adanya kejadian atau informasi darurat di perairan diharapkan segera meneruskannya kepada pihak terkait agar langkah penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

"Yang paling utama adalah keselamatan. Kami mengimbau saudara-saudara kita para nelayan untuk lebih mengutamakan keselamatan berlayar daripada mengejar sesuatu yang dapat membahayakan diri. Ingat, ada keluarga, anak dan istri yang menunggu kita pulang," tegasnya.

Nelayan sebagai Garda Terdepan Sistem Keamanan Laut

Kasat Polairud juga mengajak para nelayan menjadi bagian dari sistem keselamatan di laut dengan saling membantu apabila menemukan rekan sesama nelayan yang mengalami persoalan di tengah perairan. Nelayan tidak hanya diposisikan sebagai pengguna laut, tetapi juga sumber informasi bagi aparat.

"Nelayan bukan hanya sebagai pengguna laut, tetapi juga dapat menjadi sahabat dan sumber informasi bagi kami. Dengan kepedulian dan komunikasi bersama, kita dapat menciptakan perairan Anambas yang aman dan kondusif," ujarnya.

Pesan penting dari kegiatan tersebut adalah bahwa keselamatan di laut bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Polisi, TNI, pemerintah, Basarnas, BPBD, BMKG, Syahbandar, organisasi nelayan, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.

Ketersediaan informasi cuaca, kesiapan menghadapi keadaan darurat, komunikasi antarpihak, serta kepedulian antar-nelayan menjadi langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa. Kegiatan Coffee Morning kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama nelayan untuk membahas berbagai persoalan dan kondisi yang dihadapi masyarakat dalam aktivitas di laut.

Melalui kegiatan ini, Polres Kepulauan Anambas menegaskan bahwa membangun keamanan di laut tidak cukup hanya dengan patroli dan penindakan. Keselamatan dimulai dari kepedulian, informasi yang cepat, koordinasi yang kuat, dan kemauan untuk saling menjaga.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: kepripedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top