Inter Milan Masih Kandidat Terkuat Scudetto di Tengah Perombakan Pelatih Serie A

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 05:32:31 WIB
Pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim, memperkenalkan diri di hadapan pendukung dalam sesi latihan perdana di Milanello.

MALUKU UTARA — Musim panas ini menjadi periode sibuk bagi sejumlah klub Italia. Massimiliano Allegri resmi menukangi Napoli, Maurizio Sarri pindah ke Atalanta, sementara Ruben Amorim ditunjuk sebagai pelatih anyar AC Milan. Perombakan besar ini menjadi harapan baru bagi klub-klub penantang untuk memecah dominasi Inter Milan yang musim lalu finish dengan keunggulan 11 poin di puncak klasemen.

Investasi Besar Milan dan Tekanan di Napoli

AC Milan menjadi klub dengan belanja termahal di bursa transfer musim panas ini. Rossoneri menggelontorkan dana fantastis sebesar 74 juta euro untuk mengamankan tanda tangan penyerang Paris Saint-Germain, Gonçalo Ramos. Angka tersebut menjadi rekor transfer termahal dalam sejarah klub.

Ramos dianggap sebagai jawaban atas kebutuhan gol Milan, meski catatan menit bermainnya di PSG dalam dua musim terakhir kurang impresif. Pelatih Amorim, yang merupakan rekan senegara Ramos, percaya diri bisa memaksimalkan potensi sang pemain untuk membongkar pertahanan rendah lawan. Namun, langkah ini tetap dinilai sebagai perjudian besar, mengingat performa Amorim yang kurang memuaskan saat menangani Manchester United.

Di sisi lain, Napoli yang musim lalu menjadi runner-up justru minim aktivitas. Skuad berusia tua milik Partenopei tidak banyak diperkuat, dan banyak harapan kini bertumpu pada kebugaran Kevin De Bruyne. Pemilik klub, Aurelio De Laurentiis, bahkan kerap menyebut Allegri sebagai "aziendalista", yang mengindikasikan fokus utama pada hasil dan stabilitas tim.

Kedalaman Skuad Inter Jadi Pembeda Utama

Inter Milan tidak melakukan banyak perubahan besar, tetapi kedalaman skuad mereka menjadi senjata paling mematikan. Kepergian Denzel Dumfries ke Real Madrid memang menjadi kehilangan, namun Djed Spence telah direkrut sebagai pengganti di posisi wing-back kanan. Lini pertahanan juga diperkuat dengan kembalinya Benjamin Pavard dan kedatangan John Stones untuk menambal kepergian Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij.

Di lini depan, Nerazzurri memiliki opsi paling menyeramkan di Serie A. Duet Lautaro Martínez dan Marcus Thuram masih menjadi andalan utama, ditambah kedalaman yang luar biasa dengan kehadiran Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny. Ketajaman lini serang ini menjadi modal utama untuk menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Scudetto dalam satu dekade terakhir.

Persaingan Terbuka di Belakang Inter

Di luar Inter, persaingan untuk posisi kedua diprediksi berlangsung ketat. AS Roma yang kini ditangani Gian Piero Gasperini diharapkan bisa berkembang di musim keduanya, dengan tambahan penyerang mobile Santiago Castro. Namun, jadwal padat Liga Champions akan menjadi ujian tersendiri bagi kedalaman skuad mereka.

Como, yang musim lalu finis di posisi keempat, juga tidak boleh diremehkan. Keberhasilan mereka mempertahankan Nico Paz dengan kesepakatan rumit senilai 60 juta euro menjadi sinyal ambisi klub. Meski secara matematis ini seperti perpanjangan masa pinjaman dari Real Madrid, keputusan ini menunjukkan keseriusan Como untuk bersaing di papan atas. Mereka juga memperkuat lini pertahanan dengan merekrut Trevoh Chalobah dari Chelsea.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top