Polda Maluku Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXVII Tahun 2026 di Aula Patriatma Ditlantas Polda Maluku Utara, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang dibuka Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun ini bertujuan merancang transformasi pengelolaan pengaduan masyarakat melalui sentra pelayanan terintegrasi yang melibatkan kolaborasi antarinstansi.
TERNATE — Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun menegaskan bahwa forum diskusi bukan sekadar ajang bertukar pandangan, melainkan harus menghasilkan gagasan konkret untuk bahan evaluasi kinerja dan perbaikan pelayanan kepolisian. Hal itu disampaikannya saat membuka FGD Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXVII Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Patriatma Ditlantas Polda Maluku Utara, Jumat (21/8/2026).
FGD mengangkat tema "Transformasi Pengelolaan Pengaduan Masyarakat melalui Sentra Pelayanan Dumas Terintegrasi Berbasis Kolaborasi Stakeholder untuk Mewujudkan Institusi Polri yang Efektif, Akuntabel, dan Responsif". Kegiatan ini dihadiri Irwasda Polda Maluku Utara Kombes Pol. Andrie Rondonuwu, sejumlah pejabat utama Polda Maluku Utara, serta para Kasiwas Polres/Ta jajaran.
Brigjen Pol. Stephen M. Napiun yang bertindak sebagai mentor dalam kegiatan ini meminta seluruh peserta berpartisipasi secara aktif dan terbuka. Menurutnya, setiap pandangan yang disampaikan diharapkan mampu memperkaya pembahasan dan memperkuat sinergi antarinstansi.
"Melalui forum ini, saya berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi secara aktif dan terbuka, sehingga hasil diskusi dapat memberikan manfaat serta menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut," kata Wakapolda.
Ia menambahkan, diskusi ini menjadi ruang untuk bertukar informasi dan menyampaikan masukan konstruktif terkait pelaksanaan tugas serta pelayanan kepolisian. Setiap pandangan diharapkan dapat memberi manfaat bagi peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Irwasda Polda Maluku Utara Kombes Pol. Andrie Rondonuwu selaku Project Leader menekankan pentingnya pelaksanaan FGD secara terarah, objektif, terbuka, dan konstruktif. Setiap peserta, kata dia, harus memiliki ruang yang cukup untuk menyampaikan pandangan berdasarkan bidang tugas dan pengalaman masing-masing.
"Forum ini diharapkan menghasilkan kesamaan persepsi dan rekomendasi yang tepat serta dapat diterapkan," ujarnya.
Setelah sesi pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman materi dan pertukaran gagasan antarpeserta. Diskusi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan, evaluasi kinerja, dan pelayanan Polri yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Maluku Utara.