Tim Universitas Sydney dan Kemenkes Tinjau RSUD Chasan Boesoirie Ternate untuk Percepat Eliminasi Kanker Serviks di Maluku Utara

Penulis: Edi Wahyono  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:36:01 WIB
Tim Universitas Sydney dan Kemenkes RI meninjau fasilitas layanan kanker di RSUD Chasan Boesoirie, Ternate, untuk percepatan eliminasi kanker serviks di Maluku Utara.

TERNATE — Upaya percepatan eliminasi kanker serviks di Maluku Utara memasuki tahap baru. Tim Technical Assistance (TA) Universitas Sydney bersama perwakilan Direktorat Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI melakukan peninjauan langsung ke RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, Ternate, pada Sabtu (22/8/2026).

Kunjungan ini merupakan rangkaian dari agenda yang dijalankan berdasarkan surat Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI Nomor TM.03.01/C.II/1994/2026 tertanggal 6 Agustus 2026. Sebelum ke Ternate, tim lebih dulu mengawali peninjauan ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Tidore Kepulauan.

Fasilitas Kunci yang Ditinjau Tim Universitas Sydney

Tim yang dipimpin Associate Professor Claire Nightingale, yang juga menjabat Project Manager and Health Systems Expert, meninjau tiga fasilitas kunci pelayanan kanker. Ketiganya adalah Laboratorium Patologi Anatomi, Ruang Kemoterapi, dan Ruang Perawatan Kebidanan.

Setelah peninjauan, dilakukan sesi diskusi bersama jajaran pimpinan dan tenaga kesehatan rumah sakit. Pembahasan difokuskan pada pemetaan kapasitas fasilitas, ketersediaan sarana-prasarana, kondisi sumber daya manusia (SDM), serta tantangan nyata yang dihadapi di lapangan.

Data Lapangan Jadi Kunci Pengambilan Kebijakan

Associate Professor Claire Nightingale menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan pihak rumah sakit. Ia menegaskan bahwa data langsung dari daerah sangat krusial untuk mengukur kesiapan layanan.

“Kunjungan lapangan merupakan bagian penting untuk memahami kondisi pelayanan secara langsung. Informasi yang diperoleh dari fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan di daerah akan memberikan gambaran mengenai kebutuhan dan kesiapan layanan dalam mendukung upaya percepatan eliminasi kanker serviks,” ujar Claire.

RSUD Chasan Boesoirie: Momentum Evaluasi dan Aspirasi

Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkitiri, M.Kes., menyambut positif sinergi ini. Ia menilai momentum ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penyampaian aspirasi kebutuhan pelayanan kanker di Maluku Utara.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena sangat membantu dalam memperluas jangkauan deteksi dini bagi perempuan di seluruh wilayah Maluku Utara,” kata dr. Rosita.

Seluruh data hasil observasi dan rekomendasi dari diskusi ini nantinya dijadikan bahan masukan strategis bagi Kemenkes RI dan Universitas Sydney. Perencanaan penguatan layanan serta percepatan eliminasi kanker serviks akan disusun berdasarkan kondisi riil di daerah, bukan sekadar asumsi dari pusat.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top