TERNATE — SMP Islam 1 Kota Ternate menutup tahun pelajaran dengan torehan membanggakan di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kota. Sekolah yang beralamat di ibu kota Provinsi Maluku Utara ini berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus dari cabang seni yang diikuti para siswanya.
Kepala SMP Islam 1 Kota Ternate, H. Hamza, mengonfirmasi raihan tersebut saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini. Ia merinci, dua penghargaan datang dari kategori vokal solo, sementara satu lainnya dari tari kreasi daerah.
Hamza membeberkan rincian prestasi yang berhasil diraih anak didiknya pada kompetisi yang digelar rutin setiap tahun tersebut:
“Untuk lomba vokal, siswi kami mendapatkan juara dua tingkat kota, sementara siswa laki-laki meraih juara tiga. Kemudian untuk tari daerah tematik, kami mendapatkan juara tiga,” ujar Hamza.
Menurut Hamza, pencapaian ini bukan sekadar piala, melainkan bagian dari strategi sekolah dalam mengembangkan bakat dan kreativitas siswa secara holistik. Pihaknya sengaja mendorong partisipasi aktif di berbagai ajang kompetisi, baik seni, olahraga, maupun sains, untuk membangun kepercayaan diri peserta didik.
“Kami akan terus memacu kualitas pembelajaran, terutama agar siswa mampu mengikuti berbagai lomba dan memberikan hasil yang lebih baik ke depan,” tegasnya saat ditemui di momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di luar FLS3N, SMP Islam 1 Ternate juga tercatat mengirimkan wakilnya pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN). Meski pada dua ajang tersebut hasilnya belum maksimal, sekolah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan berkelanjutan.
Ke depan, sekolah juga menyoroti hadirnya Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) sebagai wahana baru. Ajang ini dinilai mampu mendorong siswa berpikir kritis, melakukan riset, dan melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
“Kami berharap pembinaan yang berkelanjutan bisa melahirkan lebih banyak siswa berprestasi sekaligus membangun budaya kompetisi yang sehat di lingkungan sekolah,” kata Hamza.
Sementara itu, terkait formasi Paskibraka pada peringatan HUT RI, Hamza menjelaskan bahwa program tersebut umumnya melibatkan siswa tingkat SMA. Karena itu, SMP Islam 1 Ternate tidak menjadi bagian dalam formasi pasukan pengibar bendera tersebut.