TERNATE — Material ACP yang masih bergelantungan di bagian utara gedung PGM memicu aksi antisipasi warga. Mereka menutup ruas jalan di sisi utara bangunan untuk mencegah material jatuh menimpa pengendara maupun pejalan kaki yang melintas.
Sejak pagi hingga siang hari, bagian pelapis dinding tersebut tercatat jatuh sebanyak lima kali. Meski sebagian telah terlepas, sejumlah panel lain masih menggantung dan berpotensi roboh sewaktu-waktu.
Di tengah kekhawatiran itu, sejumlah warga menyuarakan kekecewaan terhadap Pemerintah Kota Ternate. Mereka menilai belum ada langkah penanganan bersama yang terlihat di lokasi sejak insiden pertama terjadi.
Salah seorang warga di lokasi menyindir pemerintah yang dinilai baru akan bergerak jika ada korban atau menjelang momentum politik.
"Dong (mereka) tunggu ada korban atau dekat pemilihan wali kota baru dong (mereka) muncul," ujar warga tersebut.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengamankan seluruh sisa material ACP di bagian utara gedung. Mereka meminta akses jalan tidak dibuka kembali sebelum lokasi dipastikan benar-benar aman.
Permintaan ini mengacu pada fakta bahwa material pelapis fasad bangunan telah berulang kali terlepas. Bagian bangunan lain yang berpotensi membahayakan juga dinilai masih tersisa.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kekhawatiran warga terhadap aspek keselamatan bangunan PGM. Material ACP yang menjadi pelapis bagian luar gedung tersebut kini menjadi sorotan karena kerap kali jatuh tanpa peringatan.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola gedung maupun aparat setempat mengenai penanganan lanjutan. Warga berharap langkah pengamanan menyeluruh segera dilakukan, bukan hanya menunggu insiden berikutnya terjadi.