TERNATE — Ikatan Motor Indonesia (IMI) Maluku Utara menggelar rapat evaluasi pengurus dan persiapan rakerprov di Ternate. Rapat dipimpin Ketua IMI Maluku Utara Jekson Debriving bersama Sekretaris Makmur Gamgulu, dengan kehadiran Ketua Dewan Pembina Glen Sangaji. Agenda utama rapat menyelesaikan polemik internal yang sempat mencuat ke permukaan.
Polemik yang berkembang di internal IMI Maluku Utara berkaitan dengan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan. Mosi itu muncul dari kalangan pengurus sendiri. Menurut Muhdi, persoalan tersebut dipicu ketidaktransparanan ketua dalam mengelola organisasi.
"Masalah mosi ketidak percayaan itu disebabkan karena ketua tidak transparansi di internal pengurus, sehingga muncul mosi tersebut," ujar Muhdi.
Muhdi berharap ke depan IMI Maluku Utara memperbaiki tata kelola, khususnya soal anggaran dan laporan pertanggung jawaban kepada pengurus maupun secara kelembagaan.
Ketua Dewan Pembina IMI Maluku Utara Glen Sangaji menilai dinamika yang terjadi di tubuh organisasi sebagai hal yang biasa. Menurutnya, yang terpenting adalah program-program IMI ke depan tetap berjalan sesuai rencana.
"Dinamika itu hal yang biasa yang penting fokus program-program IMI kedepan," ujar Glen.
Rapat internal tersebut akhirnya menuntaskan pembahasan soal mosi tidak percaya. Persoalan itu dibahas tuntas dalam forum yang sama, sehingga kepengurusan bisa kembali fokus menyiapkan agenda organisasi.
Selain menuntaskan polemik, rapat juga membahas persiapan rakerprov Maluku Utara. Forum itu menjadi momen konsolidasi pengurus sebelum menyusun program kerja dan agenda kejuaraan di wilayah tersebut.
Harapan yang mengemuka dalam rapat, IMI Maluku Utara ke depan lebih sukses menyelenggarakan berbagai event di Maluku Utara. Kepengurusan diharapkan solid agar penyelenggaraan kegiatan berjalan lancar.