PULAU MOROTAI — Teguran itu disampaikan Naswin tepat sebelum Ketua DPRD Muhamad Rizki melanjutkan jalannya paripurna. Forum saat itu dihadiri Wakil Bupati Rio Christian Pawane, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu undangan lainnya.
Menurut Naswin, Erwin tampil mengenakan kemeja hitam putih, bukan PSR atau jas yang diwajibkan dalam rapat resmi paripurna. Padahal, aturan berpakaian telah dicantumkan dalam surat undangan rapat.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku sengaja mengangkat persoalan tersebut di forum terbuka meski menyangkut urusan internal lembaga. Alasannya, pimpinan dewan duduk di barisan depan dan menjadi sorotan media serta pejabat yang hadir.
"Saya langsung mengkritik di forum ini, meski ini menyangkut internal, tapi saya kira ini salah juga, karena Wakil Ketua II sangat salah yang kedua kalinya karena saya sudah menegur," tegas Naswin.
Ia menyesalkan sikap pimpinan dewan yang berulang kali tidak mengindahkan etika berpakaian di depan publik dan tamu kehormatan.
"Jujur saja, Wakil II, karena Wakil II adalah pimpinan DPRD yang duduk di depan dan akan disorot oleh media dan pejabat lainnya, maka baju PSR atau jas yang sudah dijahit, dipakai lah supaya lembaga ini terlihat terhormat di depan tamu kita," sentilnya.
Usai paripurna, Naswin menegaskan teguran lisan sudah dua kali ia sampaikan kepada Erwin. Namun yang bersangkutan tetap datang mengenakan kemeja hitam putih.
"Jadi peringatan sudah dua kali secara lisan saya sampaikan di Waka kalau ini forum resmi. Pada prinsipnya kita menghargai tamu yang hadir, karena di tata tertib DPRD juga sudah disampaikan dan ini forum resmi berpakaian saja kita diatur dalam tatib. Dan di undangan juga sudah ada (pakai) PSR, jadi kita harus menghargai itu, apalagi dia unsur pimpinan. Jadi sekitar tiga kali (tidak pakai PSR), tapi sudah saya tegur baru kali dua," pungkas Naswin saat dikonfirmasi kembali.
Sekretaris DPRD Suriyana Kharie menyatakan aturan berpakaian bagi seluruh anggota dewan telah tercantum dalam surat undangan rapat.
"Jadi semua sudah disampaikan soal pakaian anggota DPRD saat rapat paripurna di dalam undangan secara resmi," singkat Suriyana.
Hingga rapat paripurna selesai, Erwin Sutanto belum dapat dimintai konfirmasi. Ia meninggalkan gedung DPRD sesaat setelah forum ditutup.