3 Desa di Halmahera Barat Jadi Sasaran KNMP, Bupati James Uang Cek Kesiapan Lahan

Penulis: Dedi Supriadi  •  Jumat, 25 September 2026 | 05:31:31 WIB
Bupati James Uang meninjau lahan calon pembangunan KNMP di Desa Saria, Halmahera Barat.

HALMAHERA BARAT — Bupati James Uang meninjau langsung dua lokasi calon pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Saria dan Sidangoli Dehe. Peninjauan dilakukan untuk memastikan lahan siap sebelum konstruksi dimulai kontraktor pemenang.

Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto itu disalurkan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Halmahera Barat mendapat jatah tiga desa pada tahun pertama pelaksanaan.

Tiga Desa yang Lolos Seleksi KNMP Tahun Ini

Selain Saria dan Sidangoli Dehe, Desa Toniku turut masuk daftar penerima manfaat. James menyebut pihaknya akan mengusulkan desa lain pada tahun berikutnya.

"Selaku Pemerintah Daerah, kami sangat bersyukur karena di tahun ini ada tiga desa yang bakal menjadi sasaran pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Tahun depan akan kita usulkan lagi desa lain yang mempunyai potensi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar James.

Proyek Masuk Tahap Kontrak, Konstruksi Menyusul

Wakil SAH PPK Wilayah IV KKP Edi Kurniawan memastikan proyek KNMP sudah memasuki tahap kontrak dengan pihak penyedia. Kunjungan lapangan difokuskan pada verifikasi kesiapan lahan sebelum alat berat masuk.

Untuk Desa Sidangoli Dehe yang mengusung tipe penyangga, sejumlah fasilitas utama akan dibangun. Fasilitas itu meliputi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, dan kios perbekalan nelayan.

Infrastruktur pendukung juga disiapkan, mulai dari dinding penahan tanah, drainase, hingga penataan lanskap kawasan.

Status Lahan Sidangoli Dehe Dipastikan Aman

Penyuluh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan KKP Nurdianingsi bin Ali memastikan legalitas lahan di Sidangoli Dehe tidak bermasalah. Koordinasi dengan Balai Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi sudah dilakukan.

"Alhamdulillah lahan tidak masuk dalam kawasan konservasi, melainkan berstatus HPL (Hak Pengelolaan), artinya bisa untuk melakukan pembangunan KNMP ini. Koordinasi dengan DLH dan PUPR juga sudah klir, hari ini difinalkan di lapangan," pungkasnya.

Dengan status lahan yang jelas, pembangunan KNMP di Halmahera Barat tinggal menunggu mobilisasi kontraktor ke lokasi.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top