Fadli Zon Ajak Mahasiswa Olah Budaya Jadi Sumber Ekonomi Baru

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Selasa, 29 September 2026 | 08:06:31 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon berpidato saat menutup Gebyar Nusantara 2026 di IPB University, Bogor, Minggu (27/9).

MALUKU UTARA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak mahasiswa mengembangkan kekayaan budaya Indonesia menjadi sumber ekonomi berkelanjutan, dengan alasan sumber daya alam seperti batu bara, nikel, dan emas punya batas. Ajakan itu disampaikan saat menutup Gebyar Nusantara 2026 di IPB University, Bogor, Minggu (27/9). Kegiatan yang sudah berjalan 23 tahun itu melibatkan puluhan organisasi mahasiswa daerah.

Paragraf pembuka: Fadli menilai budaya bisa terus hidup selama ada pegiat, manusia, dan sumber daya yang merawatnya. Karena itu, ia mendorong perguruan tinggi dan mahasiswa mengambil peran menjaga sekaligus mengolah warisan budaya menjadi karya baru. Pelestarian, menurutnya, butuh generasi penerus yang mampu mengubah pengetahuan dan tradisi menjadi sesuatu yang bernilai.

Alasan Budaya Lebih Tahan Lama dari Tambang

Dalam pidatonya, Fadli membandingkan langsung dua jenis kekayaan. Tambang bisa habis, budaya tidak, asal ada yang meneruskan.

"Kita perlu membangun ekosistem budaya dan ekonomi budaya yang berkelanjutan. Sumber daya alam seperti batu bara, nikel, dan emas memiliki keterbatasan, tetapi budaya dapat terus hidup selama ada pegiatnya, ada manusianya, dan ada sumber dayanya," kata Fadli.

Definisi kebudayaan yang dipakai Kementerian Kebudayaan juga tidak sempit. Fadli menyebut cakupannya meliputi bahasa, tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, pangan lokal, permainan rakyat, olahraga tradisional, hingga pengetahuan yang diwariskan antargenerasi.

Gebyar Nusantara Jadi Miniatur Indonesia

Gebyar Nusantara 2026 berlangsung 5–27 September di IPB University. Rangkaian acaranya mencakup perlombaan, pameran busana dan kuliner Nusantara, stan kebudayaan, Jelajah Nusantara, serta pemilihan Putra Putri Organisasi Mahasiswa Daerah.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana menyebut kegiatan itu mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dengan latar budaya berbeda.

"Melalui Gebyar Nusantara, mahasiswa membawa bahasa, busana, tarian, dan cita rasa dari berbagai penjuru tanah air," kata Deni. Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan karya kreatif mahasiswa yang berakar pada budaya Indonesia dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Presiden Mahasiswa BEM IPB University Muhammad Abdan menambahkan, keberlangsungan acara ditopang sekitar 70 organisasi mahasiswa daerah.

"Gebyar Nusantara merupakan miniatur Indonesia karena mempertemukan berbagai kultur untuk saling mengenal, memahami, dan merajut hubungan," ujarnya.

Pijakan Hukum dan Ruang Karya Generasi Muda

Fadli menyinggung Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 sebagai dasar keterlibatan mahasiswa dalam pemajuan kebudayaan. Ia mengapresiasi konsistensi IPB University, khususnya Kementerian Seni dan Budaya BEM serta organisasi mahasiswa daerah, yang konsisten menyelenggarakan acara selama 23 tahun.

"Gebyar Nusantara telah berlangsung selama 23 tahun dan menjadi ruang apresiasi, kreasi, serta ekspresi budaya bagi generasi muda. Saya senang dapat hadir dan melihat langsung bagaimana mahasiswa ikut mengambil bagian dalam memajukan kebudayaan nasional Indonesia," kata Fadli.

Ia berharap kegiatan serupa terus memberi ruang bagi mahasiswa berkarya dan mengembangkan budaya daerah.

Penutup: Dorongan Fadli menyasar satu hal yang jarang dihitung dalam neraca ekonomi: warisan budaya yang bisa dijual tanpa habis dikeruk. Gebyar Nusantara, dengan 70 organisasi mahasiswa daerah di belakangnya, jadi contoh bagaimana ruang budaya kampus bisa berfungsi sekaligus sebagai kanal ekonomi kreatif.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top