DARUBA — Sejak menjabat, Bupati Rusli Sibua yang akrab disapa Ko Uci menata kawasan ibu kota Kabupaten Pulau Morotai secara bertahap. Penataan mencakup area Pelabuhan Speedboat Daruba, pengaspalan hotmix jalan raya, pembenahan jalan lorong desa, saluran drainase, pedestrian, hingga pembangunan Labkesmas di lokasi Pasar Rakyat CBD. Empat papan iklan digital atau videotron juga dipasang aktif di pusat kota.
Warga Desa Darame dan Desa Gotalamo menyambut positif pembangunan saluran air dan pedestrian di kawasan mereka. Sudarmin, pemilik toko di Desa Darame, mengaku saluran drainase di wilayahnya baru pertama kali dibangun.
"Ini sangat bagus dan kami tunggu-tunggu sudah lama, karena baru hari ini pembuatan drainase. Dan alhamdulillah sudah ada jalur air, karena selama ini tidak ada," ucap Sudarmin, Selasa (13/10/2026).
Ia menilai penataan saluran air mendukung kerapian lingkungan kota. "Sebagai masyarakat kami apresiasi pembangunan saluran air ini, supaya jalan raya ini bisa tertata rapi," sambungnya.
Amran, warga lainnya, menilai penataan saluran pembuangan air menjadi bukti kepedulian Pemda terhadap persoalan warga saat musim hujan. Sebelumnya, air hujan menumpuk di depan kios karena tidak ada jalur pembuangan yang memadai.
"Kalau saya rasa kebijakan ini sangat bagus, karena pembuangan air sudah tertata bagus. Ada kepedulian Pemda terhadap rakyat, karena kalau selama ini hujan air menumpuk di depan kios juga," ujar Amran.
"Sekarang karena bangunan saluran sudah dibangun ini sangat bagus untuk wajah kota terlihat rapi dari pembuangan air saat hujan dia turun," tambahnya.
Satox, warga Desa Gotalamo, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio Christian Pawane atas perhatian terhadap infrastruktur pusat kota Daruba yang sempat terbengkalai. Menurutnya, saluran drainase dan jalan di Desa Gotalamo rusak parah dan dibiarkan hampir puluhan tahun.
"Ini patut kita acungi jempol, karena hampir puluhan tahun saluran drainase maupun jalan di Desa Gotalamo rusak parah dibiarkan. Jadi hari ini orang Gotalamo harus bersyukur dengan adanya Pak Bupati Rusli Sibua dan Pak Rio Christian Pawane sangat perhatian infrastruktur di Morotai khususnya di pusat kota Daruba," puji Satox.
Satox mengingatkan agar konstruksi disesuaikan dengan kondisi topografi pemukiman warga. Beberapa titik jalan berada di dataran rendah sehingga berpotensi menimbulkan genangan saat hujan.
"Terpenting juga adalah saluran drainase harus dikeruk atau diperbaiki sesuai ekspektasi masyarakat Desa Gotalamo dan Muhajirin, supaya saat hujan buangan dari Desa Darame so tara (tidak lagi) terjadi luapan air lagi," cetusnya.
"Karena beberapa titik jalan Gotalamo ini agak menurun sehingga air hujan menumpuk, jadi paling penting diperhatikan adalah saluran drainase harus benar-benar tanahnya dikeruk dengan maksimal," tandasnya.
Pengerjaan infrastruktur oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai masih berlangsung, baik di kawasan pusat kota maupun area pendukung lainnya. Pembangunan Labkesmas di kawasan Pasar Rakyat CBD menjadi salah satu proyek yang mendekati rampung dengan progres 95 persen.
Penataan kawasan Pelabuhan Speedboat Daruba dan pengaspalan jalan raya turut mengubah wajah pusat kota. Warga berharap pekerjaan drainase di titik-titik dataran rendah dapat diselesaikan sesuai kondisi topografi setempat.