Kabut Asap Lumpuhkan Bandara Sultan Babullah Ternate, 5 Maskapai Batalkan Penerbangan dan Ratusan Penumpang Tertahan

Penulis: Boyke Sihombing  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01:01 WIB
Petugas memantau kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Babullah Ternate saat kabut asap menyelimuti kawasan bandara.

TERNATE — Otoritas Bandara Sultan Babullah Ternate mencatat jarak pandang hanya 2 kilometer pada Selasa (13/10) pukul 14.30 WIT. Kondisi itu membuat status bandara tetap "open" atau beroperasi, tetapi tidak ada satu pun aktivitas keberangkatan maupun kedatangan pesawat yang berhasil terlaksana.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Sultan Babullah Ternate, Sigit Budiarto, membenarkan pembatalan massal yang dialami berbagai maskapai. Menurut dia, gangguan jadwal sudah berlangsung sejak sehari sebelumnya akibat cuaca yang tidak stabil.

"Memang benar sejak kemarin hingga kini beberapa maskapai cancel penerbangan. Sekarang ada 5 maskapai yang cancel penerbangan. Saat ini upaya kita untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tunda keberangkatan salah satunya meng-update terus informasi ke masyarakat," kata Sigit.

Lima Maskapai Batalkan Keberangkatan, Lion Air Alihkan Rute ke Surabaya

Data monitoring penerbangan terjadwal periode pukul 06.00 hingga 18.30 WIT mencatat sejumlah rute terdampak. Garuda Indonesia membatalkan GA-648/GA-649 rute Jakarta–Ternate–Jakarta, disusul Batik Air dengan ID-6140/ID-6141 pada rute yang sama.

Sriwijaya Air membatalkan SJ-698/SJ-692 rute Ternate–Manado–Makassar beserta SJ-693/SJ-699. TransNusa juga mencoret 8B292/8B296 rute Manado–Ternate–Manado, sementara Susi Air membatalkan SQS6168 rute Ternate–Mangoli–Buli.

Wings Air turut membatalkan IW-1181/IW-1180 dan IW-1173/IW-1174. Lion Air membatalkan JT-896/JT-897 rute Makassar–Ternate–Makassar, sedangkan JT-868/JT-869 rute Surabaya–Ternate–Surabaya dialihkan hingga akhirnya kembali ke Bandara Juanda, Surabaya.

Asap Karhutla Halmahera dan Papua Selatan Terbawa Angin Tenggara

Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada lapisan 3.000 kaki menunjukkan angin dominan bertiup dari arah tenggara. Pola angin itu berpotensi membawa sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Halmahera dan Papua bagian selatan menuju Maluku Utara.

BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih berpotensi bertahan selama beberapa hari ke depan. Artinya, gangguan jadwal penerbangan di Ternate belum tentu selesai dalam waktu dekat.

"Untuk sementara seluruh maskapai delay. Sementara ada yang terbang ke bandara lain karena tidak bisa landing pagi," tambah Sigit terkait kondisi operasional sejak hari sebelumnya.

Penumpang Diminta Pantau Kanal Resmi Maskapai

Penumpukan calon penumpang terjadi di area terminal hingga pintu masuk bandara. Sejumlah warga mengaku kesal karena harus bolak-balik ke bandara tanpa kepastian kapan bisa diberangkatkan.

Otoritas bandara mengimbau seluruh calon penumpang tetap tenang dan terus memantau kanal resmi masing-masing maskapai. Informasi yang dinanti mencakup kepastian pengalihan jadwal, reschedule, maupun pengurusan hak penerbangan lanjutan.

Koordinasi aspek keselamatan terus dilakukan otoritas bandara bersama maskapai. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi soal berapa lama pembatalan penerbangan akan berlangsung.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top