PULAU MOROTAI — Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, memimpin rapat kerja yang mempertemukan pimpinan daerah, Dinas Kesehatan, dan seluruh kepala puskesmas. Forum ini dirancang sebagai ruang koordinasi agar persoalan pelayanan kesehatan di tiap wilayah bisa dibahas langsung, bukan hanya lewat laporan tertulis.
Menurut Umar Ali, rapat kerja tersebut melibatkan seluruh kepala puskesmas dan Dinas Kesehatan agar koordinasi dapat berjalan dengan baik. "Jika ada permasalahan di puskesmas, kita bisa membahasnya bersama, melakukan evaluasi, kemudian menindaklanjutinya," ujar Umar Ali, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dalam rapat kerja perdana, pembahasan masih difokuskan pada persoalan kepegawaian, kebutuhan tenaga kesehatan, pengadaan obat-obatan, serta berbagai kebutuhan lain yang menunjang pelayanan di puskesmas.
Umar Ali menilai persoalan kekurangan dokter, keterbatasan pegawai, hingga kebutuhan obat-obatan perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap kendala yang dihadapi fasilitas pelayanan kesehatan dapat diketahui dan dicarikan solusi.
"Kalau kita tidak melaksanakan rapat kerja seperti ini, kita tidak bisa melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kita tidak hanya mendengar laporan dari satu pihak, tetapi juga mendengar langsung penjelasan kepala puskesmas dan pegawai yang bertugas di masing-masing wilayah," jelasnya.
Dengan jadwal bulanan, pemerintah daerah berharap persoalan di tingkat puskesmas bisa terdeteksi lebih cepat sebelum berdampak pada warga. Kepala puskesmas dan pegawai yang bertugas di lapangan mendapat ruang untuk menyampaikan kondisi riil di wilayah masing-masing.
Umar Ali menyebut evaluasi rutin dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pelayanan kesehatan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan mendapat perhatian pemerintah daerah.
Pemkab Pulau Morotai akan terus menggelar rapat kerja dan evaluasi setiap bulan dengan melibatkan bupati, Sekda, kepala dinas kesehatan, serta seluruh kepala puskesmas. Setiap kendala yang teridentifikasi diharapkan ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan.