MALUKU UTARA — ASUS resmi merilis ROG Xbox Ally X20, handheld gaming PC yang membawa layar OLED 7,4 inci 120 Hz dan joystick TMR sebagai pembeda dari versi standar. Peningkatan mencakup bezel atas lebih tipis, lapisan anti-reflective, serta dukungan AMD FreeSync Premium Pro dan Gorilla Glass Victus. Langkah ini memperketat persaingan di segmen handheld PC yang makin padat di pasar global.
ROG Xbox Ally X20 memakai prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme dengan GPU Radeon 890M dan NPU hingga 50 TOPS. Untuk memori, ASUS memasang RAM dual-channel 24 GB LPDDR5X-8000 dan storage SSD 1 TB M.2 NVMe PCIe Gen 4. Kombinasi ini menempatkan perangkat di kelas atas handheld gaming PC saat ini.
Dibanding ROG Xbox Ally X versi standar, ukuran layar naik ke 7,4 inci berkat bezel bagian atas yang lebih tipis. Panel OLED-nya mendukung refresh rate 120 Hz, dilapisi lapisan anti-reflective, dan dilindungi Gorilla Glass Victus. Dukungan AMD FreeSync Premium Pro ikut disertakan untuk menjaga kelancaran tampilan saat frame rate berfluktuasi.
ASUS beralih ke joystick TMR (Tunnel Magnetoresistance) yang diklaim lebih minim risiko drifting dibanding joystick biasa. Deadzone joystick juga berkurang hingga 3 persen, sehingga input arah jadi lebih presisi. Bagi pemain kompetitif, perubahan ini terasa langsung saat mengatur gerakan halus di genre aksi dan racing.
D-pad pada ROG Xbox Ally X20 bisa diputar untuk berpindah mode dari 4-way menjadi 8-way. Mode 4-way memberi kontrol atas, bawah, kiri, dan kanan yang lebih presisi, sementara mode 8-way menambah input diagonal. Fleksibilitas ini berguna di game fighting dan platformer yang menuntut kombinasi arah cepat.
Bagian grip mendapat tambahan karet bertekstur anti-slip dengan pola logo ROG. Tujuannya sederhana: tangan tidak mudah tergelincir saat sesi bermain panjang. Untuk perangkat seberat handheld PC, cengkeraman yang stabil jadi faktor kenyamanan yang sering luput diperhatikan.
ROG Xbox Ally X20 melengkapi lini handheld ASUS yang sudah lebih dulu diisi versi standar. Peningkatan layar, joystick, dan D-pad menunjukkan ASUS menyasar pemain yang ingin pengalaman lebih matang tanpa berpindah ke perangkat layar besar. Detail harga dan ketersediaan di Indonesia belum disebutkan dalam informasi rilis.