Pencarian

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Dongkrak Ekonomi Warga dan Jaga Lingkungan

Minggu, 13 September 2026 • 08:06:31 WIB
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Dongkrak Ekonomi Warga dan Jaga Lingkungan
PLTP Gunung Ungaran dinilai berkontribusi positif bagi kualitas lingkungan dan perekonomian warga.

MALUKU UTARA — Yoga menilai semakin besar porsi PLTP dalam bauran energi nasional, semakin positif dampaknya bagi kualitas lingkungan. Ia menyebut panas bumi sebagai salah satu solusi energi bersih yang relevan untuk masa depan.

"Kalau semakin banyak porsi PLTP, tentu akan berkontribusi positif bagi kualitas lingkungan, baik udara, laut maupun air," kata Yoga dalam keterangannya, dilansir Antara.

Emisi Panas Bumi Jauh Lebih Rendah dari Fosil

Panas bumi memiliki emisi relatif rendah dibandingkan sumber energi berbasis fosil. Emisi karbon dioksida dari PLTP diperkirakan sekitar 100 gram per kilowatt hour (kWh). Sementara emisi hidrogen sulfida kurang dari 1 gram per kWh.

Yoga menjelaskan, energi panas bumi memanfaatkan uap dan air panas yang tersimpan dalam reservoir di kedalaman ribuan meter di bawah permukaan bumi. Air yang digunakan bukan air tanah dangkal seperti pada sumur warga, melainkan bagian dari sistem reservoir panas bumi.

Setelah dimanfaatkan, fluida panas bumi dikembalikan lagi ke dalam reservoir melalui proses reinjeksi. Tujuannya agar sumber daya tetap terjaga secara berkelanjutan.

Warung hingga Tempat Kos Ikut Kebagian Berkah Proyek

Selain manfaat ekologis, Yoga menilai proyek panas bumi dapat menggerakkan ekonomi lokal. Kehadiran proyek berpotensi menciptakan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung.

Peluang itu muncul lewat tumbuhnya warung makan, toko, jasa transportasi, hingga tempat kos yang melayani kebutuhan para pekerja dan kegiatan proyek.

"Peluang tersebut juga dapat menjadi bagian dari kontribusi sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan," kata Yoga.

Izin Panas Bumi untuk PLN Sudah Diteken

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sudah memberikan restu kepada PT PLN (Persero) untuk membangun PLTP di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran. Keputusan itu ditandai melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) izin panas bumi untuk PLN.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan hal itu dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8).

"Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri karena telah merilis penerbitan SK untuk Izin Panas Bumi yang nanti akan diberikan untuk wilayah kerja panas bumi Gunung Ungaran, nanti akan diberikan kepada PLN, dan wilayah kerja panas bumi Telaga Ranu diberikan kepada PT Telaga Ranu Geothermal," ujar Eniya, dilansir Detikfinance.

88,4 Persen Potensi Panas Bumi Belum Tergarap

Data Kementerian ESDM mencatat total potensi panas bumi nasional mencapai 23.202,77 megawatt (MW). Namun kapasitas yang telah terpasang baru 2.776,39 MW.

Artinya, sekitar 88,4 persen potensi panas bumi Indonesia masih belum tergarap. Angka itu sekaligus menunjukkan ruang besar bagi pengembangan PLTP di berbagai wilayah kerja, termasuk Gunung Ungaran.

Bagi pelaku usaha di sektor energi dan jasa pendukung, realisasi proyek ini menjadi sinyal positif. Rantai pasok lokal—mulai katering, akomodasi, hingga logistik—berpotensi kebanjiran order selama tahap konstruksi dan operasional.

Investasi mengandung risiko.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks