Pencarian

Kabut Asap Karhutla Selimuti Pulau Morotai, Warga Keluhkan Mata Perih dan Sesak Napas

Minggu, 04 Oktober 2026 • 15:31:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Selimuti Pulau Morotai, Warga Keluhkan Mata Perih dan Sesak Napas
Kabut asap karhutla menyelimuti langit Pulau Morotai dan menurunkan jarak pandang warga.

PULAU MOROTAI — Kabut asap bercampur partikel kebakaran lahan menutup langit di atas pusat kota Morotai hingga sejumlah kecamatan lain. Kondisi langit yang biasanya biru cerah berubah kelabu, dan kerapatan asap masih terlihat di balik pepohonan meski matahari sudah tinggi sekitar pukul 13.00 WIT.

Kemunculan kabut tidak hanya menghalangi jarak pandang warga saat beraktivitas pagi. Suhu udara siang di wilayah itu tercatat mencapai 32 derajat Celsius, namun terasa menyengat seperti 37 derajat Celsius.

Panas berlebih itu memicu kekeringan sumber air, merusak tanaman, dan memunculkan titik kebakaran di sejumlah lokasi.

Keluhan Warga: Mata Perih hingga Sesak Napas

Dampak paparan asap dirasakan langsung oleh Umila, warga setempat. Saat mengantar anaknya ke sekolah dan hendak menuju pasar pada pukul 07.10 WIT, ia merasakan perih pada mata serta sesak saat menghirup udara pagi.

"Saya baru saksikan kabut setebal ini di Morotai. Biasanya kabut seperti ini hanya terdapat di bagian puncak dataran tinggi yang memiliki alam yang khusus, tapi Morotai akhir-akhir ini udaranya sedikit keanehan," kata Umila.

Ia berharap hujan segera turun untuk memadamkan titik kebakaran lahan dan mengatasi kekeringan air yang melanda permukiman warga.

"Semoga hujan secepatnya turun, menyiram kebakaran yang di mana-mana terjadi, serta kekeringan air dan tanaman. Keluarga dan warga Morotai banyak kehilangan dengan adanya fenomena panas dan kabut," ujarnya.

Warga Diminta Tetap Pakai Masker

Di tengah kondisi udara yang memburuk, warga diminta menjaga kesehatan dengan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Imbauan itu disampaikan Umila berdasarkan pengalaman harian warga di Morotai.

"Terus karena asap ini beraktivitas ke sekolah maupun ke pasar atau di mana saja kita tetap memakai masker demi kesehatan bersama," tandasnya.

Kabut asap yang berulang setiap pagi membuat aktivitas warga, terutama anak sekolah dan pedagang pasar, berjalan dengan risiko kesehatan yang lebih tinggi. Sejumlah warga berharap penanganan karhutla dan kekeringan segera dilakukan sebelum kondisi udara memburuk lebih jauh.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks