Pencarian

Karhutla Pulau Taliabu Hanguskan 645,78 Hektare Lahan, 21.318 Pohon Cengkeh Siap Panen Terbakar

Jumat, 16 Oktober 2026 • 05:33:06 WIB
Karhutla Pulau Taliabu Hanguskan 645,78 Hektare Lahan, 21.318 Pohon Cengkeh Siap Panen Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan di Pulau Taliabu menghanguskan 645,78 hektare lahan per 14 Oktober 2026.

TALIABU — Sekretaris Daerah Pulau Taliabu, Yosar Kardiat, merinci kerugian karhutla berdasarkan laporan posko Komando Darurat Karhutla yang diperbarui per 14 Oktober 2026. Dari total 645,78 hektare yang terbakar, sebanyak 258,28 hektare merupakan lahan perkebunan masyarakat dan 387,50 hektare lahan patokan.

Delapan desa terdampak tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Taliabu Barat Laut mencakup Desa Nggele, Desa Salati, dan Desa Onemai. Kecamatan Lede hanya Desa Todoli. Sementara Kecamatan Taliabu Utara meliputi Desa Ufung, Desa Padang, Desa Nunu, dan Desa Tikong.

Desa Onemai Catat Kerugian Terbesar: 5.291 Pohon Cengkeh Hangus

Desa Onemai menjadi wilayah dengan jumlah pohon cengkeh terbakar terbanyak, yakni 5.291 batang. Luas lahan terdata mencapai 58,01 hektare dengan lahan patokan 105,82 hektare.

Desa Salati menyusul dengan 4.298 pohon cengkeh siap panen hangus, lahan terdata 50,30 hektare, dan lahan patokan 85,87 hektare. Di Desa Nggele, sebanyak 3.438 pohon terbakar dengan lahan terdata 38,81 hektare dan lahan patokan 56,79 hektare.

"Delapan desa yang terdampak karhutla yang mengalami kerugian adalah, Desa Salati sebanyak 4.298 pohon cengkeh siap panen dengan luas lahan yang terdata sebesar 50,30 hektare, dan lahan patokan seluas 85,87 hektare," kata Yosar kepada cermat, Kamis 15 Oktober 2026.

Rincian Kerugian di Lima Desa Lainnya

Desa Ufung kehilangan 2.932 pohon cengkeh dengan lahan terdata 19,40 hektare dan lahan patokan 58,64 hektare. Desa Todoli di Kecamatan Lede tercatat 1.973 pohon terbakar, lahan terdata 11,26 hektare, lahan patokan 32,06 hektare.

Desa Padang mengalami kerugian 1.385 pohon cengkeh siap panen dengan lahan terdata 64,30 hektare dan lahan patokan 8,24 hektare. Desa Tikong kehilangan 1.027 pohon dengan lahan terdata 11,80 hektare dan lahan patokan 20,54 hektare. Desa Nunu paling sedikit, 977 pohon, dengan lahan terdata 4,40 hektare dan lahan patokan 19,54 hektare.

Kerugian Material Capai Rp 4,79 Miliar

Penghitungan kerugian memakai asumsi harga terendah Rp 225.000 per pohon cengkeh siap panen. Dengan 21.318 tanaman yang hangus, total kerugian material mencapai Rp 4.796.550.000.

Angka itu belum memasukkan potensi kerugian lain seperti biaya pemulihan lahan dan hilangnya pendapatan warga dalam beberapa musim panen ke depan.

BPBD Diminta Lakukan Kaji Cepat

Yosar menyebut ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi sebelum pemerintah daerah mengambil keputusan resmi. BPBD berperan sebagai komando operasional bersama perangkat daerah lain untuk melakukan kaji cepat.

"Jadi, kita kaji cepat yang terdiri dari komponen – komponen atau laporan yang berikan masing – masing posko untuk menjadi dasar Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengambil keputusan yang tepat," tutupnya.

Hasil kaji cepat dari tiap posko akan menjadi dasar legalitas keputusan Pemkab Pulau Taliabu, termasuk kemungkinan penetapan status darurat dan pemberian bantuan bagi warga terdampak.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cermat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks