TALIABU — Bantuan logistik dari BPBD Maluku Utara tiba di Posko Utama Satgas Karhutla Pulau Taliabu. Paket yang dikirim mencakup mie instan, beras, minyak kelapa, dan kebutuhan pokok lain untuk konsumsi harian petugas di lapangan.
Selain bahan makanan, BPBD Provinsi Maluku Utara menyerahkan 70 unit knapsack sprayer. Alat pemadam portabel itu dipakai satgas dan relawan untuk memadamkan api di titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam konvensional.
Logistik untuk Satgas dan Relawan yang Bertugas di Lapangan
Bupati Pulau Taliabu Sashabila Widya L Mus menyebut bantuan logistik menyasar langsung kebutuhan satgas dan relawan selama penanganan karhutla berlangsung. Menurutnya, dukungan peralatan bisa dimanfaatkan optimal untuk pemadaman sekaligus mencegah munculnya kembali titik api di kawasan terdampak.
“Bantuan logistik melalui BPBD Provinsi Maluku Utara yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan satgas dan relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla,” kata Sashabila kepada cermat, Jumat, 16 Oktober 2026.
Knapsack sprayer selama ini jadi peralatan andalan satgas karhutla di wilayah kepulauan. Bobotnya ringan, kapasitas tampung airnya cukup untuk menyemprot area gambut dan semak yang terbakar.
Sinergi Pemprov dan Pemkab Dinilai Perkuat Penanganan Karhutla
Menurut Sashabila, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pengendalian karhutla di Pulau Taliabu. Kolaborasi lintas tingkat pemerintahan diharapkan memperkuat pencegahan kebakaran susulan sekaligus melindungi keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.
“Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung kebutuhan Satgas dan relawan yang bekerja di lapangan untuk menangani Karhutla di wilayah kami,” ucapnya.
Bupati juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemprov Maluku Utara. Koordinasi yang berjalan baik antara kedua pihak dinilai mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.
Warga Diminta Waspada Potensi Titik Api Susulan
Sashabila meminta masyarakat yang terdampak karhutla di Pulau Taliabu tetap waspada terhadap potensi munculnya kembali titik api. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan atau liar.
“Kami harapkan masyarakat yang terdampak atas karhutla di Pulau Taliabu agar selalu waspada terhadap potensi munculnya kembali titik api serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan atau secara liar,” tutupnya.
Pemkab Pulau Taliabu dan BPBD Maluku Utara belum merinci total luas lahan yang terbakar maupun jumlah warga yang terdampak. Pendataan di lapangan masih berjalan seiring proses pemulihan kawasan bekas kebakaran.