Pencarian

BI Maluku Utara Bawa 4 UMKM ke ISEF 2026 Jakarta, Kagounga Masuk 10 Besar IKRA

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 20:31:01 WIB
BI Maluku Utara Bawa 4 UMKM ke ISEF 2026 Jakarta, Kagounga Masuk 10 Besar IKRA
Kagounga, produsen popeda instan asal Maluku Utara, lolos ke 10 besar UMKM dalam program IKRA 2026.

TERNATE — Kagounga, produsen popeda instan asal Maluku Utara, lolos ke 10 besar UMKM dalam program Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2026. Seleksi berlangsung lewat Islamic Chef & Culinary of Indonesia (ICCI), dan capaian itu mengantar Kagounga bertanding di Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) kategori Produk UMKM IKRA.

Keikutsertaan tiga UMKM lain melengkapi rombongan Maluku Utara di ISEF 2026. Cokelat Sulamina, teh rempah khas Ternate dari Ne Gam Macahaya, dan popeda instan Kagounga dipamerkan di booth Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara.

Empat Produk yang Dibawa ke JICC Senayan

Ne Gam Macahaya mempromosikan teh yang dipadukan dengan rempah-rempah khas Ternate. Sementara Putadino Kayangan dari Tidore Kepulauan menampilkan produk fesyen berbahan tenun.

Produk fesyen Putadino Kayangan mengangkat pemanfaatan limbah alam dan prinsip keberlanjutan. Koleksinya tampil dalam ajang IN2MOTIONFEST x JMFW yang digelar bersamaan dengan ISEF 2026.

Empat UMKM itu mewakili sektor berbeda: olahan kakao, minuman rempah, makanan instan, dan kriya tekstil. Kombinasi ini memperlihatkan keragaman produk unggulan daerah yang siap masuk pasar nasional.

Kagounga Lolos Seleksi ICCI hingga 10 Besar IKRA

Program IKRA 2026 menyeleksi UMKM kuliner berbasis prinsip syariah. Kagounga melewati tahapan penjurian ICCI sebelum ditetapkan sebagai salah satu dari 10 peserta terpilih.

Status itu membuka jalan bagi Kagounga untuk unjuk kemampuan di IN2HCC, kompetisi yang mempertemukan produk UMKM dengan standar kuliner halal internasional. Bagi UMKM daerah, forum semacam ini jadi kesempatan menguji daya saing produk di depan juri dan pembeli lintas negara.

Jejaring Bisnis Jadi Target Utama BI Maluku Utara

Partisipasi di ISEF 2026 bukan sekadar pameran produk. KPwBI Maluku Utara menargetkan perluasan akses pasar dan penguatan kemitraan usaha bagi UMKM binaannya.

Selain promosi produk, BI Maluku Utara melibatkan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) dan perwakilan Pesantren Digital Maluku Utara dalam forum bisnis pesantren. Langkah itu diharapkan memperluas kemitraan dan mendorong pengembangan usaha yang berkelanjutan.

ISEF 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah untuk mendukung ambisi Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia.

Bagi Maluku Utara, ajang ini menjadi ujian pertama bagi produk lokal untuk bersaing di tingkat nasional. Hasil dari JICC akan menunjukkan apakah UMKM daerah mampu menembus rantai pasok yang lebih luas.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cermat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks