MALUKU UTARA — Volkswagen (VW) akhirnya memberikan kepastian mengenai nasib lini performa mereka di tengah gempuran elektrifikasi. Melalui pengenalan ID. GTI Concept, pabrikan asal Jerman ini menegaskan bahwa emblem "GTI" tidak akan mati, melainkan bertransformasi menjadi "Grand Touring Intelligence". Model konsep ini dibangun menggunakan basis VW ID.2all, yang secara dimensi dan segmen berada di kelas yang sama dengan Polo.
Thomas Schäfer, CEO Volkswagen Passenger Cars, menyatakan bahwa pengembangan mobil ini bertujuan untuk memindahkan DNA hot hatch yang sudah eksis selama 48 tahun ke dalam ekosistem kendaraan listrik. Fokus utama pengembangan bukan sekadar pada kecepatan di lintasan lurus, melainkan pada handling dan keterlibatan pengemudi yang selama ini menjadi nilai jual utama seri Polo GTI maupun Golf GTI.
Berbeda dengan jajaran ID.3 atau ID.4 yang menggunakan penggerak roda belakang, ID. GTI Concept menggunakan platform MEB Entry yang mengadopsi sistem penggerak roda depan (FWD). Konfigurasi ini dipilih untuk menjaga karakteristik pengendalian yang presisi sekaligus memberikan ruang kabin yang lebih lapang meski dimensinya ringkas.
VW menyematkan sistem GTI Experience Control yang memungkinkan pengemudi mengatur karakteristik powertrain, kemudi, hingga simulasi suara mesin. Bahkan, sistem ini mampu mensimulasikan titik perpindahan gigi secara artifisial untuk memberikan sensasi berkendara layaknya mobil transmisi manual klasik seperti Polo GTI generasi awal.
Secara visual, ID. GTI Concept membawa banyak elemen nostalgia. Garis merah pada grill depan yang menjadi identitas wajib GTI tetap dipertahankan, namun kini dipadukan dengan teknologi lampu LED matriks IQ.Light. Bagian belakang dilengkapi dengan spoiler hitam besar dan diffuser agresif yang berfungsi untuk meningkatkan gaya tekan (downforce) saat bermanuver pada kecepatan tinggi.
Masuk ke area interior, pengemudi akan disambut dengan setir palang tiga yang memiliki penanda titik tengah di posisi jam 12. Layar instrumen digital berukuran 10,9 inci memiliki mode "Vintage" yang dapat mengubah tampilan speedometer menjadi identik dengan panel instrumen Polo GTI generasi lawas atau Golf Mk1.
Volkswagen juga memperkenalkan teknologi Augmented Reality (AR) head-up display yang mampu memproyeksikan informasi lintasan balap, posisi kendaraan, dan catatan waktu putaran langsung ke kaca depan. Fitur ini dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna yang gemar melakukan track day.
Meskipun masih berstatus mobil konsep, Volkswagen telah mengonfirmasi bahwa versi produksinya akan meluncur paling lambat pada 2026. Mobil ini diposisikan sebagai pilihan bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik berperforma tinggi namun dengan dimensi yang tetap ramah untuk penggunaan di perkotaan.
Estimasi harga untuk versi produksi diperkirakan berada di angka 30.000 Euro atau setara dengan Rp 480 jutaan (kurs Rp 16.000). Harga ini tergolong kompetitif untuk pasar Eropa, mengingat teknologi baterai dan performa yang ditawarkan berada di atas rata-rata hatchback listrik kelas entry-level saat ini. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai rencana PT Garuda Mataram Motor untuk memboyong lini ID. GTI ini ke pasar Indonesia.