TERNATE — Kebiasaan warga di ibu kota Provinsi Maluku Utara dalam membeli hewan kurban mulai bergeser tahun ini. Alih-alih menunggu H-7 atau H-3 Idul Adha, sejumlah kelompok masyarakat dan perorangan sudah memesan sapi maupun kambing sejak awal Mei 2026.
Sugeng Sugiono, pemilik lapak Omah Ternak Subaim di Kecamatan Ternate Utara, mengaku telah menyiapkan puluhan ekor sapi dan kerbau untuk memenuhi permintaan. Seluruh hewan didatangkan langsung dari Subaim, Kabupaten Halmahera Timur.
"Tren pembelian tahun ini meningkat lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya karena masyarakat memilih memesan lebih awal untuk menghindari kenaikan harga dan keterbatasan stok," kata Sugeng, Senin (18/5).
Harga Sapi Kurban di Ternate: Rp12 Juta hingga Rp60 Juta
Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung bobot dan kualitas. Untuk sapi ukuran sedang, pedagang lain seperti Ahmad Yusuf menyebutkan banderol berkisar Rp18 juta hingga Rp25 juta per ekor.
"Biasanya mendekati Idul Adha baru ramai, tapi sekarang banyak yang sudah pesan dari awal Mei karena khawatir harga naik," ujar Ahmad.
Menurutnya, harga hewan kurban tahun ini relatif stabil meskipun biaya transportasi dari daerah pemasok mengalami kenaikan. Hal itu tidak menyurutkan minat warga yang membeli secara patungan.
Pemprov Maluku Utara Siapkan Langkah Pengendalian Harga Pangan
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah menyiapkan strategi pengendalian harga pangan menjelang Idul Adha. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menilai ketergantungan daerah terhadap pasokan pangan dari luar masih tinggi.
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Pemprov mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor guna mengembangkan kawasan peternakan seluas lima hingga 10 hektare. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dalam jangka panjang.
Pemesanan Kolektif dari Masjid dan Instansi Pemerintah Mulai Masuk
Selain melayani pembelian perorangan, lapak Omah Ternak Subaim juga menerima pesanan kolektif dari masjid, instansi pemerintah, dan komunitas di Kota Ternate. Sugeng memastikan seluruh sapi yang dijual telah melalui pemeriksaan kesehatan dari instansi terkait.
"Semua sapi sudah diperiksa kesehatannya sehingga layak untuk dikurbankan sesuai syariat dan aman bagi masyarakat," ujarnya.
Para pedagang berharap meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membeli lebih awal dapat membantu mereka dalam menyiapkan stok dan distribusi hewan kurban secara lebih baik tahun ini.