TIDORE — Dua tim muda kebanggaan Maluku Utara, EPA U18 dan U20 Malut United, mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, usai menuntaskan musim kompetisi dengan prestasi gemilang. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah, mengingat Malut United bermarkas di Tidore dan menjalani laga kandang di Stadion Marimoi.
Mentalitas Baja di Momen Krusial Adu Penalti
Partai final EPA U18 yang berlangsung di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Minggu (17/5/2026), menjadi panggung pembuktian mentalitas para pemain muda Malut United. Mereka mampu tetap tenang dan fokus meski mendapat tekanan dari suporter lawan saat babak adu penalti berlangsung.
“Alhamdulillah para pemain bisa tenang dan fokus hingga akhir. Mereka mampu menunjukkan mentalitas dan karakter,” ujar pelatih EPA U18 Malut United, Talaohu Abdul Musafri.
Dalam drama adu penalti, Malut United sukses mengonversi tiga tendangan, sementara kiper Erlangga Dwi Putra tampil gemilang dengan menggagalkan tiga eksekusi pemain Persija. Kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa akademi Malut United mampu bersaing dengan Persija yang dinobatkan sebagai akademi terbaik musim ini.
Kunci Sukses: Kebersamaan dan Niat Menjaga Nama Baik Daerah
Wali Kota Muhammad Sinen menilai pencapaian ini tidak lepas dari semangat para pemain untuk menjaga nama baik Maluku Utara. Ia menekankan bahwa mentalitas dan niat tulus menjadi fondasi utama keberhasilan tim.
“Kunci keberhasilan bukan hanya mentalitas, tetapi juga niat tulus untuk menjaga nama baik Maluku Utara,” kata Muhammad Sinen dalam sambutannya di Kantor Wali Kota.
Ia juga mengingatkan pentingnya kebersamaan sebagai modal utama meraih prestasi. Menurutnya, kemenangan tidak hanya milik pemain, tetapi juga hasil kerja keras pelatih dan seluruh ofisial tim.
“Kebersamaan menjadi salah satu kunci dalam sepak bola. Tim bisa berhasil karena peran pelatih, pemain, dan semua ofisial,” ujarnya.
Pencapaian yang Membanggakan untuk Maluku Utara
Direktur EPA Malut United, Hengky Oba, menyebut prestasi tim U18 dan U20 sebagai kebanggaan tersendiri bagi Maluku Utara. Ia menyoroti kemampuan para pemain muda yang mampu mengimbangi dan mengalahkan tim-tim besar di kompetisi level nasional.
“Pencapaian tim U18 dan U20 adalah suatu kebanggaan. Para pemain bisa mengimbangi dan mengalahkan Persija yang dinobatkan sebagai akademi terbaik musim ini,” katanya.
Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola usia muda di Maluku Utara. Apresiasi dari pemerintah daerah diharapkan bisa menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berprestasi di level yang lebih tinggi.