Chrysler Airflow SUV 2028 Siap Gantikan Pacifica, Harga Mulai Rp 640 Juta

Penulis: Boyke Sihombing  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 02:55:01 WIB
Chrysler Airflow SUV 2028 hadir dengan mesin bensin inline-four menggantikan Pacifica.

MALUKU UTARA — Stellantis akhirnya memberikan gambaran jelas tentang masa depan Chrysler melalui video singkat yang diunggah di YouTube. Dalam video tersebut, SUV Airflow versi produksi terbaru tampil perdana dalam formasi bersama model lain. Tim Kuniskis, Kepala Merek Amerika Stellantis, mengonfirmasi kepada The Drive bahwa Airflow akan menggunakan mesin bensin inline-four, bukan full listrik seperti konsep pertamanya.

Keputusan ini menandai perubahan besar dari rencana awal. Konsep Airflow yang diperkenalkan beberapa tahun lalu mengusung profil mulus ala crossover coupe dan hanya ditawarkan sebagai EV. Kini, versi produksinya berubah drastis: lebih kotak, lebih tegas, dengan garis desain yang mengingatkan pada Polestar, Hyundai Ioniq 5, dan Cadillac Lyriq. Namun, menurut pengamatan kami, bentuknya masih terbilang generik dan tidak cukup ramping untuk pantas menyandang nama "Airflow".

Mesin Bensin Inline-Four, Hybrid dan EV Menyusul

Kuniskis mengatakan dalam siniar The Drivecast bahwa Airflow akan mengandalkan mesin empat silinder segaris bertenaga bensin. Meski demikian, Stellantis membuka kemungkinan menawarkan varian hybrid dan battery-electric di kemudian hari. Langkah ini diambil untuk menjaga harga tetap kompetitif di bawah USD 40.000, sekaligus memperluas daya tarik di pasar SUV Amerika yang sangat sensitif terhadap harga.

Perubahan strategi ini juga mencerminkan realitas pasar: konsumen SUV segmen menengah masih enggan beralih penuh ke kendaraan listrik jika infrastruktur dan harga belum ramah. Dengan menyediakan opsi mesin konvensional, Chrysler berharap Airflow bisa langsung bersaing dengan Honda CR-V, Toyota RAV4, dan Ford Escape yang mendominasi kelas ini.

Dua SUV Kecil Tambahan: Arrow dan Arrow Cross

Selain Airflow, Chrysler juga menyiapkan dua model SUV yang lebih kecil: Arrow dan Arrow Cross. Keduanya akan dirilis sebelum akhir dekade ini. Arrow merupakan versi Chrysler dari Fiat Grizzly Fastback, sementara Arrow Cross adalah modifikasi dari Fiat Grizzly versi atap tinggi. Ketiga model ini diharapkan mampu merevitalisasi lini produk Chrysler yang selama 20 tahun terakhir hanya mengandalkan Pacifica sebagai tulang punggung penjualan.

Namun, melihat rekam jejak Chrysler yang kerap molor dalam merealisasikan produk baru, kita perlu bersikap realistis. Stellantis secara resmi menyebut Airflow akan masuk dealer pada 2030, tapi sumber internal memperkirakan peluncuran lebih cepat, yaitu 2028. Jika benar, Chrysler masih punya waktu sekitar tiga tahun untuk menyempurnakan desain dan memastikan SUV ini benar-benar bisa menjadi penyelamat merek yang sempat redup.

Desain yang Lebih Tajam, Tapi Masih Kurang Berkarakter

Dari segi tampilan, Airflow versi produksi terlihat lebih kotak dan kokoh dibandingkan konsep awalnya. Namun, menurut pengamat desain, garis-garisnya terlalu aman dan tidak memiliki identitas kuat. Nama "Airflow" sendiri seharusnya merepresentasikan efisiensi aerodinamis, tapi bentuk SUV ini justru cenderung boxy. Agaknya, pabrikan sudah tidak terlalu peduli dengan makna nama model — yang penting terdengar ikonik.

Yang jelas, Chrysler tidak punya banyak pilihan. Jika Airflow gagal menarik minat pembeli, nasib merek ini bisa semakin tidak menentu. Pacifica memang masih laku, tapi ketergantungan pada satu model adalah posisi yang sangat rapuh di industri otomotif yang berubah cepat. Semoga SUV anyar ini benar-benar menjadi angin segar — bukan sekadar embusan kosong.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top